Wabup Parigi Moutong Acungi Jempol DKP Mamuju Utara

On Jumat, November 17, 2017

MASALEMBO.COM

 Kunjungan Wabup Parigi Moutong, Badrun Nggai bersama Jajaran FKPD Matra. (Foto: Edison S)
MATRA, MASALEMBO.COM- Keberhasilan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Provinsi Sulawesi Barat, dalam mengembangkan tambak Udang Vaname dengan menggunakan sistem intensif setelah mengundang para investor untuk menanamkan modalnya.

Hal tersebut juga telah membuat Wakil Bupati (Wabub) Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, Badrun Nggai, kagum melihatnya saat melakukan study banding di tambak Udang Vannamei di Desa Letawa, Kecamatan Sarjo, Matra belum lama ini. Melalui kunjungannya, Badrun Nggai menyempatkan diri berbincang-bincang untuk mencari tahu resep dalam mengelola tambak udang vaname dan mengacungi jempol kinerja DKP Kab Matra.

"Saya berkeinginan di Parigi Moutong juga bisa mengembangkan hal yang sama di Matra agar sektor perikanan mengalami kemajuan,"tutur Wabup dalam kunjungannya.

Sementara itu, Bupati Matra H Agus Ambo Djiwa mengatakan bahwa kunjungan orang nomor dua di Parigi Moutong kali ini bertujuan untuk mengambil sampel dari keberhasilan tambak udang vaname di Matra untuk dikembangkan juga di daerahnya dengan menggunakan sistem moderen seperti yang dilakukan oleh DKP Matra bersama investor.

“Sambil melihat tambak yang kita kembangkan dimana pola ini ramah lingkungan dengan menggunakan tandem dan ipal,"tuturnya, Rabu (15/11)

Katanya, hal itu adalah keberhasilan Pemda melalui Dinas Perikanan yang bekerjasama dengan investor sehingga Wabup Parigi Moutong juga ingin memetik ilmu itu guna mengembangkan pola yang sama di wilayahnya.

Agus juga menjelaskan, budi-daya tambak Udang Vaname yang dikelola secara intensif atau moderen di Matra telah mencapai seratus hektar, dengan hasil setiap hektarnya mencapai angka 20-25 ton.

Lanjut Agus, apabila dalam satu hektar dibagi menjadi tiga kolam, seperti tambak percontohan yang dibuat Dirjen dari Kementerian Kelautan dan Perikanan di desa Sarjo, hal tersebut dapat menghasilkan panen hingga mencapai 54 ton.

Bupati Matra juga menjelaskan, dari hasil panen tambak percontohan 54 ton. Tiap kilonya dijual dengan harga Rp 100.000 sampai Rp 130.000.(Eds/hpn)

comments