Pilkades Kalukku Barat, Ribuan Warga Tidak Memilih

On Selasa, Desember 19, 2017

MASALEMBO.COM

Kelima Kandidat Pilkades Kalukku Barat (Foto: Awal/ masalembo.com)
MAMUJU, MASALEMBO.COM-
Seribu lebih warga Desa Kalukku Barat, Kecamatan Kalukku  tidak menyalurkan hak pilihnya dalam pemilihan kepala desa yang digelar, Senin (18/12) kemarin. 

Dari 3.473 Daftar Pemilih Tetap (DPT), hanya 2.304 yang menyalurkan hak suaranya.

Banyaknya suara absen dalam Pilkades kali ini, diduga disebabkan karena keberadaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tidak memadai. TPS yang berada di gedung aula desa di lapangan Galung ternyata memperlambat proses pemilihan. Hal ini sempat dikeluhkan warga. Selain karena ruangan yang sempit juga panitia hanya menyiapkan satu pintu dan penerangan yang kurang sehingga menyulitkan bagi para pemilih.

Baca di sini: Penempatan TPS Pilkades Kalukku Barat Dikeluhkan Warga

Sementara Proses pemilihan memakan waktu sehari semalam yakni Senin (18/12) dari pukul  07.30 WITA dan diakhiri perhitungan suara pada pukul 09.20, Selasa (19/12) pagi.

Dari lima kandidat yang bertarung, masing-masing telah memperoleh suara, yakni:

1. Abd. Hamid 540 suara
2. Muhammad Nasir 449 suara
3. Arman Hafid 859 suara
4.  Ishak 15 suara
5.  Adi Sucipto 426 suara.

Jumlah perolehan kelima kandidat adalah 2.289 dan ditambah 15 kertas suara batal sehingga total pengguna hak suara sebanyak 2.304 suara.

Panitia pemungutan suara telah menyiapkan sebanyak 3.682 kertas suara, namun 1.378 tidak digunakan.

Salah satu warga Arman saat dikonfirmasi wartawan masalembo.com mengatakan, proses pemilihan ini harus menjadi pelajaran agar kedepannya tidak terulang lagi.

"Banyak masyarakat tidak menyalurkan hak pilihnya dalam Pilkades tahun ini padahal menentukan enam tahun kedepan," ujarnya.

Sementara, Kamtibmas Polsek Kalukku Pither Paimbonan saat dikonfirmasi mengatakan, kondisi ini akibat hujan deras seharian yang mengguyur wilayah Kalukku Barat.

Hal senada juga diungkapkan salah satu kandidat Adi Sucipto. Ia mengaku banyak warga yang tidak memilih akibat cuaca dan juga terlalu lama menunggu.

"Masyarakat banyak yang pulang karena terlalu lama menunggu," terang Adi. (awl/har)

comments