Sebelum Mundur 17 Dokter Spesialis RSUD Sulbar Menyampaikan Mosi Tidak Percaya

On Jumat, Desember 08, 2017

MASALEMBO.COM

Ilutrasi (foto: tabloid Nova)
MAMUJU, MASALEMBO.COM- Secara mendadak 17 dokter spesialis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulbar menyatakan diri mundur. Bukan hanya mundur dari kontrak kerja rumah sakit, bahkan dari Apartur Sipil Negara (ASN). Pernyatakan itu disampaikan dalam keterangan tertulis komite medik dokter RSUD Sulbar yang ditujukan kepada Gubernur Sulbar Anwar Ali Baal Masdar, Jumat (8/11).

Surat pengunduran diri 17 dokter RSUD Sulbar/istimewa
Pengunduran diri 17 dokter spesialis tersebut dibenarkan Direktur RSUD Sulbar, dr Andi Munasir. 

"Iya benar mereka mengundurkan diri dengan surat pernyataan dilayankan ke kami tadi pagi. Saya belum tau apa alasan pasti mereka sampai ambil tindakan itu,” kata Munasir dilansir pojokcelebes.com

Dikatakan lebih lanjut, pengunduran diri 17 orang dokter spesialis merupakan hal sepihak karena tanpa ada alasan motif dari pengunduran diri mereka. 

"Pengunduran diri 17 orang dokter spesial itu sepihak karena tidak memiliki alasan apa motifnya, kalau memang mereka inginkan saya harus mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai direktur, apa alasannya? Proses untuk jabatan direktur itu bukan karena saya mau sendiri tapi inikan melalui proses sesuai prosedur. Jangan sampai masalah ini berimbas pada pelayanan masyakat kita,” pungkas Direktur yang baru menjabat ini kepada pojekcelebes.com.

Hingga berita ini dirilis belum ada komentar dokter spesialis soal alasan mengundurkan diri, namun dari surat yang beredar di dunia maya, sejak Kamis (8/11) pagi, dijelaskan bahwa 17 dokter mundur lantaran fungsi managerial dan fungsi pelayanan di RSUP Sulbar dinilai tidak bisa berjalan sinergi sebagaimana mestinya. 

Nama 17 dokter spesialis yang mundur/istimewa
Dalam surat itu, juga dijelaskan pula bahwa sebelumnya komite medik mengatakan mosi tidak percaya. Mosi tidak percaya itu disampaikan kepada Gubernur Sulbar.

"Dan dengan adanya mosi tidak percaya yang telah kami ajukan kepada bapak gubernur sebelumnnya, pada poin 6 tuntutan aksi komite medik pada tanggal 6 oktober 2017 dan dilantiknya dr. A. Munasir sebagai direktur defenitif pada tanggal 22 Oktober 2017, yang mana hal tersebut tidak sejalan lagi dengan tuntutan kami yang berakibat pada hubungan antara direktur dan dokter spesialis yang tidak harmonis sehingga menyebabkan kami tidak nyaman lagi bekerja di RSUD Sulawesi Barat," terang kalimat dalam surat pengunduran diri 17 dokter spesialis RSUD Sulbar yang beredar di sejumlah group Watshap. (eg/har)

comments