Talud Pasar Barra'barra' Disorot, Ini Kata Kasi Bina Marga PUPR Mamasa

On Kamis, Desember 07, 2017

MASALEMBO.COM

Proyek buronjong dan talud pasar Barra'barra' Kabupaten Mamasa (Foto: Kedi Liston Parangka/masalembo.com)
MAMASA, MASALEMBO COM-Proyek pembangunan buronjong dan talud pasar Barra'barra' yang dikerjakan CV. Rezky Jaya dengan anggaran hasil adendum kontrak senilai Rp. 768.290.000 menggunakan DAK APBD Mamasa tahun 2017 disorot warga.

Warga khawatir hasil pekerjaan proyek tersebut tidak akan bertahan lama jika melihat kualitas hasil pekerjaan. "Kalau pekerjaannya seperti itu kami khawatir  proyek itu akan cepat ambruk," tutur warga yang enggan namanya ditulis, Selasa (5/12).

Ia menyampaikan minimnya pengawasan menyebabkan sejumlah pekerjaan pembangunan infrastruktur cenderung tidak sesuai harapan, atau terkesan asal jadi.

"Pekerjaan ini jarang diawasi, selain itu, yang dipekerjakan juga orang yang tidak paham soal kontruksi bangunan, sehingga hasilnya terkesan asal jadi," ucapnya.

Warga yang juga merupakan tokoh masyarakat sekitar pasar Barra'barra' menyayangkan dengan anggaran yang sebesar itu kualitas pekerjaan yang dihasilkan sangat jauh dari standar konstruksi fisik.

"Ini pembangunan talud dan buronjong. Sementara buronjongnya tidak menggunakan kancingan. Ini satu paket dengan pengerasan jalan, tapi jalannya itu hanya ditimbun dengan material yang bukan sirtu. Kalau melihat hasilnya, paling tinggi anggaran yang dipakai tidak mencapai 500an juta," katanya menyayangkan.

Ia juga menyorot paket pekerjaan tersebut tidak memiliki saluran pembuangan air yang cukup, bahkan hanya menggunakan pipa sehingga jika debet air tinggi diperkirakan buronjong akan ambruk. "Ini harus jadi perhatian serius, apalagi selaku warga sekitar kami merasa terbebani," sorotnya.

Kepala Seksi Jalan Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Mamasa, Bagus Priyo Utomo sekaligus Pejabat Pelaksana Tehknis Kegiatan (PPTK) pekerjaan tersebut meyakinkan paket yang telah selesai dikerjakan itu sudah sesuai dengan bestek, bahkan pihaknya menjamin pekerjaan itu akan bertahan hingga 5-10 tahun.

"Justru ada pekerjaan yang tidak ada didalam kontrak, itu saya minta kerjakan. Itu buronjong yang paling bawah, sebetulnya tidak ada kancingannya atau pancangnya, tapi saya suruh pasang pancang supaya buronjong tidak mudah goyah," jelasnya.

Sementara anggaran digunakan yang menurut warga tidak sesuai hasil pekerjaan, Ia menjelaskan secara tehknis pekerjaan itu sudah sesuai porsi anggaran.

Intinya, Ia menambahkan pihaknya sudah mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi pada kontruksi bangunan yang kerjakan. 

"Kalaupun ada kondisi alam yang extra, mudah-mudahan bangunan yanh sudah dibuat bisa bertahan. Kecuali jika ada kegagalan konstruksi, baru itu harus dipertanyakan," tutupnya. (klp/har)

comments