Andi Ibrahim: Ada yang Ingin Merusak Suasana Pesta Demokrasi di Polman

On Sabtu, Februari 10, 2018

MASALEMBO.COM

Andi Ibrahim Masdar saat memberikan keterangan kepada wartawan (Foto: Asrianto/masalembo.com)
POLEWALI, MASALEMBO.COM- Calon petahana Andi Ibrahim Masdar (AIM) menyebut ada pihak tertentu yang sengaja ingin merusak suasana pesta demokrasi di Pilkada Poman 2018.
Pernyataan itu dilontarkan saat menggelar konfrensi pers di posko pemenangan Jl. Todilaling, Kelurahan Pekkabata, Jumat (8/2) sore. 

Konferensi pers ini terkait dugaan ijazah palsu AIM yang dilaporkan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD) ke KPUD Polman dan Panwaslih.

Baca: Diduga Ijazah Bermasalah, Massa AMPD Laporkan Salah Satu Paslon ke KPU Polman

Dalam keterangan persnya, adik kandung Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar ini secara tegas membantah dituding telah menggunakan ijazah palsu. Sebab menurutnya, ijazah tersebut telah digunakan pada pendaftaran bupati periode sebelumnya.

"Silahkan kroscek langsung ke sekolah saya. Kenapa baru sekarang, padahal ijazah tersebut sudah saya gunakan selama tiga periode di DPRD, kemudian hampir dua periode saya menjabat sebagai bupati," ujarnya.

Calon petahana ini mengatakan, jika aksi demo yang dilakukan oleh oleh aliansi masyarakat diduga ditunggangi oleh pihak yang ingin merusak suasana pesta demokrasi jelang penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.

"Saya menduga yang mendalangi aksi demo kemarin bukan lawan kompetitor saya di Polman. ini adalah orang dari luar yang ada kepentingan di Pilgub mendatang. Kalau orang Polman, kenapa baru demo sekarang," tegasnya.

Konfrensi pers ini dihadiri oleh tim pemenangan, tim hukum, simpatisan serta beberapa pengurus partai pengusung. 

Usai menggelar konfrensi pers, tim kuasa hukum AIM akan mempersiapkan langkah-langkah untuk menempuh jalur hukum terhadap tuduhan yang diberikan kepada kliennya.

"Kami lihat dulu perkembangannya seperti apa kedepan," jelas Amin Sangga, SH, tim kuasa hukum AIM.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Kamis (8/2) kemarin, ratusan massa dari Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD) menggelar aksi unjuk rasa dan melaporkan calon incumbent Andi Ibrahim Masdar ke KPUD dan Panwaslih Polman terkait dugaan ijazah palsu yang digunakan oleh AIM saat pendaftaran pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. (ant/har)

comments