Hanif Dhakiri: Tenaga Kerja di Indonesia, 60 Persen Lulusan SD-SMP

On Kamis, Februari 15, 2018

MASALEMBO.COM

Hanif Dhakiri (foto: Asrianto/masalembo.com)
POLEWALI, MASALEMBO.COM - Jumlah angka pengangguran di Indonesia tercatat 5,5 persen dari jumlah angkatan kerja saat ini. Data ini merupakan angka pengangguran yang terendah sejak Indonesia memasuki masa Reformasi. 

Namun yang menjadi kendala adalah, dari 131,5 juta angkatan kerja di Indonesia, 60 persen umumnya hanya lulusan SD dan SMP.

Pernyataan tersebut dilontarkan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri, usai menghadiri acara peresmian Taman Kebangsaan DPC PKB Polman, Rabu (14/2) malam.

"Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk mendorong peningkatan skill dan kemampuannya," ujar menteri yang merupakan jebolan santri ini.

Hanif Dhakiri mengatakan, banyak program yang telah diluncurkan oleh Kementrian Tenaga Kerja (Kemenaker), diantaranya program penanganan desa kantong TKI secara terpadu. Selain itu, ada beberapa pilar kegiatan. Diantaranya, layanan imigrasi, yakni orang yang hendak pergi menjadi TKI keluar negeri dilayani di balai desa setempat. Dibalai desa tersebut, calon TKI akan diberi konsultasi, bimbingan kerja dan informasi pasar kerja. 

Kemudian wirausaha produktif. Jika wirausahanya yang pergi, maka wirausaha produktif-nya yang  tinggal. 

"Misalnya jika istrinya yang pergi, maka suaminya dilatih untuk menjadi wirausaha produktif, kemudian diberi bantuan sarana dan prasarana hingga betul-betul dia mampu berwirausaha yang produktif," katanya.

Pilar kegiatan lainnya adalah comunity parenting, yaitu pengasuhan anak-anak bersama-sama di desa. Disitu ada rumah produktif yang kami siapkan, seperti PAUD dan rumah belajar agar anak-anak mereka bisa tetap sekolah, bisa berkreasi dan bermain.

Hanif mengatakan, demi memberi pelayanan yang baik kepada TKI yang sedang bekerja di luar negeri, Kemenaker terus melakukan upaya untuk mengatasi masalah TKI ilegal. Seperti  tata kelolanya, dan terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar mereka menggunakan jalur yang legal.

Sementara untuk mengurangi jumlah angka pengangguran pemerintah terus menciptakan lapangan kerja. Hasilnya, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Kemenaker telah menciptakan delapan juta lapangan kerja dengan nilai rata-rata pertahunnya lebih dari dua juta lapangan kerja.

"Kalau PR dan masalah masih banyak, tetapi pemerintahan Jokowi-JK ini maju terus, pengangguran, kemiskinan dan ketimbangan sosial menurun," ujar Hanif sambil bergegas menuju mobil. (ant/har)

comments