Kisah Menohok Ibu Sitti Nur, Tukang Bersih Karung dengan Upah Rp 50

On Minggu, Februari 11, 2018

MASALEMBO.COM

Sitti Nur (Foto: Asrianto/masalembo.com)
POLEWALI, MASALEMBO.COM - Sungguh memprihatinkan nasib Sitti Nur (45), warga Dusun Rea Kontara, Desa Rea, Kecamatan Binuang, Polman. Upahnya sebagai tukang pembersih karung tak sebanding dengan pekerjaan yang ia lakoni.

Sejak suaminya Muhammad, meninggal dunia empat tahun lalu, Sitti Nur kemudian menjadi tulang punggung keluarga. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ibu satu anak ini bekerja sebagai tukang pembersih karung tepung terigu. 

Ironisnya, selain harus bekerja membanting tulang, Sitti Nur juga harus merawat anak semata wayangnya Ramlah (4 tahun) yang mengalami gangguan mental dan tak mampu berbicara. 

"Suami saya meninggal karena sakit gangguan pencernaan," ucapnya sedih.

Dari hasil membersihkan karung, Ibu Sitti menerima upah hanya 50 rupiah per satu buah karung. Nilai yang sangat jauh dari kata layak di masa kini, apalagi harga barang kebutuhan sehari-hari begitu mahal.

"Kalau 100 karung pak, hanya dibayar lima ribu rupiah," ujar Sitti saat dimui wartawan, Minggu (11/2).

Setiap hari, ratusan karung tepung terigu ia bawa kesungai untuk dicuci kemudian dijemur hingga kering. Setelah kering karung tersebut disusun rata-rata 10 lembar tiap susun. Kemudian digulung dan dimasukkan kedalam karung besar.

Sitti Nur mengatakan, karung tersebut akan dibuat kerajinan tas di salah satu industri produk rumahan. "Saya hanya disuruh membersihkan saja pak," katanya.

Kepala Dusun Rea Kontara, Zulkifli mengakui, Sitti Nur merupakan warga pendatang, namun sejak tujuh tahun lalu, ia telah terdaftar sebagai warganya.

Soal bantuan, Zulkifli bersama pemerintah desa dan warga setempat telah membangunkan sebuah rumah layak huni, namun setelah suaminya meninggal rumah tersebut dijual.

"Bantuan Raskin juga diberikan kepada Ibu Sitti Nur," terang Zulkifli. (ant/har)

comments