Polda Sulsel Dor Pelaku Penodongan di Ujung Tol Reformasi

On Senin, Februari 19, 2018

MASALEMBO.COM

Ilustrasi/Tribun Timur
MAKASSAR, MASALEMBO.COM-Petugas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan berhasil melumpuhkan pelaku penodongan, Sabtu (18/2) malam.

Peristiwa terjadi tepat di depan Kantor Keuangan, Ujung Tol Reformasi, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar.

Seorang pria berinisial ASK (20) terpaksa dihadiahi timah panas, karena melawan petugas. Lelaki yang mengaku berprofesi sebgai buruh bangunan itu, kedapatan sedang menjalankan aksinya menodong seorang pengendara motor dengan sebilah badik dan merampas handphone milik korban.

Kepala Unit (Kanit) Resmob Polda Sulsel AKP Edi Sabhara MB, S.IK mengungkapkan, awal kejadian dirinya telah memerintahkan Personil Resmob Polda Sulsel untuk melakukan patroli wilayah hukum Polrestabes Makassar guna mengantisipasi kejadian malam Minggu. Saat melintas di depan Kantor Keuangan, petugas menemukan pelaku sedang menodong seorang wanita bernama Nurlaila (17).

Barang bukti/Ist
"Melihat kejadian penodongan itu, tim kami langsung melakukan pengejaran guna mengamankan, tetapi saat dikejar pelaku malah mengancam, sehingga personil mengeluarkan tembakan peringatan tiga kali. Pelaku tetap melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata jenis badik," ungkap Edi.

Edi Sabhara menjelaskan, karena saat diberikan tembakan peringatan pelaku masih tetap melawan, personil terpaksa melumpuhkan dengan memberikan hadiah timah panas di betis sebelah kiri.

"Setelah anggota kami menembak pelaku di paha kirinya, ia masih melawan. Maka pelaku terpaksa dilumpuhkan dan personil kami langsung mengamankan senjata jenis badik dan barang bukti satu HP merk Vivo," terangnya.

Pelaku kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Makassar guna penangan medis.

Edi mengatakan, dalam melakukan aksi penodongan ini, pelaku berboncengan dengan seorang rekan berinisial ARD yang kini masih buron dan telah ditetapkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). 

"Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kami telah menyerahkannya ke Polsek Panakkukang," tutupnya. (mg1/har)

comments