Dirjen Kementan Tantang Pemerintah Sulbar Benahi Kawasan Peternakan Sapi Beroangin

On Sabtu, Maret 24, 2018

MASALEMBO.COM

Rombongan Gubernur Ali Baal Masdar saat mendampingi Dirjen Kementan I Ketut Diarmita di kawasan peternakan sapi Desa Beroangin (Foto: Taufik/masalembo.com)
POLEWALI, MASALEMBO.COM - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita bersama Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar meninjau kawasan peternakan sapi di Desa Beroangin, Kecamatan Mapilli, Polewali Mandar (Polman), Jumat (23/3).

Saat kunjungannya pada kawasan peternakan 2000 hektare itu, Dirjen berjanji akan 'menyuntik' kawasan tersebut dengan dana yang tidak main-main. Sekitar Rp450 miliar bakal dikucurkan jika Pemerintah Sulbar serius menggarapnya.

"Sebelum saya ngasih saya tinjau lagi kesini, udah tanam rumput belum. Karena pengalaman di suatu daerah pak, saya janji seribu tapi lolosnya cuman tiga ratus (ekor, red). Jadi bupatinya saya kasi tau, pak bupati mohon maaf karena bapak gak siap," ujar Dirjen, saat berbincang dengan Gubernur dan Kepala OPD yang hadir.

Ia menuturkan, jika pemerintah setempat ingin berhasil mengembangkan peternakan sapi itu, maka terlebih dahulu mereka harus menyiapkan sarana kebutuhan ternak berupa pakan dan tempat minum. Apalagi sapi yang bakal dikirim Kementerian Peternakan ke lokasi tersebut adalah sapi 'bunting' berkualitas dengan kisaran harga Rp24 juta per ekor. 

"Tanam aja rumput, karena itu jaminan bahwa sapi itu tidak mati. Karena sapi bunting berbeda dengan sapi dara (sapi betina muda, red) biasa, sapi bunting itu membutuhkan komsumsi pakan yang bagus, berprotein, kemudian air yang cukup," katanya. 

"Di sini, seharusnya saya sudah lihat tempat penyimpanan air, minimal bapak membuat embung enam kali enam kemudian diisi air. Karena air dan rumput, selesai kok sapi. Jadi jangan main-main dengan dua ini. Karena meski lahan bapak luas tapi begini, dia (sapi) bakalan gak mau itu. Kalau sapi bali mau, kalau Big dia pasti mati, apalagi Big bunting," sambungnya. 

Dia meminta pemerintah Sulbar agar berkomitmen dalam pengembangan kawasan peternakan sapi itu.

"Makanya saya akan ancam bapak, kalau gak nanam (pakan sapi, red) saya gak jadi berikan. Lebih baik saya begitu. Tapi kalau bapak sudah tanam, hasilnya bagus, bisa ditambah dari lima ratus jadi seribu, kan begitu. Kita main tantang tantangan kok. Karena saya kerja serius pak," tegasnya. 

Dia sedikit kecewa atas kesiapan pihak berwenang terhadap kawasan peternakan, lantaran dirinya memproyeksi Polman bisa menjadi sebuah padang mangatas kedepan.

"Bapak bilang ada air, ternyata itu masih di sungai, saya gak mau itu. Harus air yang sudah jalan kalau perlu pake pipa," cetusnya.

Atas kondisi yang dia lihat, dia mengimbau agar pemerintah Sulbar lebih dulu membenahi segala sesuatunya sebelum Kementan mengirimkan bantuan.

"Karena ini kita juga akan ditinjau KPK. Kita diuber KPK ini pak. Karena ngasih, orang yang dikasih belum siap. KPK salahin saya, kemarin saya sudah dikontak sama KPK karena beliau ingin evaluasi langkah-langkah saya itu. Ini harus ada kerjasama beneran, jangan bapak main-main soal itu," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sulbar ABM memaparkan, bahwa kesiapannya akan dibenahi sebelum musim hujan tahun ini berakhir.

"Alhamdulillah lahannya bisa dikembangkan menjadi brading senter sapi, tinggal persiapan-persiapannya yang akan kita benahi berupa pakan dan minum ternak," ungkapnya. 

Ia menyebut, penyiapan lahan tahun ini sudah hampir selesai seratus persen kurang lebih 2000 hektare. Namun untuk tahap awal, akan digarap 250 hektare dengan kesiapan pakan dan minum ternak di dalamnya. 

"Pagar sudah ada anggarannya, jalan sudah ada anggarannya dan pakan, mudah-mudahan bisa ditambah pak Dirjen. Kemudian Insya Allah menyusul kandang. Jadi tahun ini sekaligus kita buat," bebernya. 

Ia mengaku optimis Polman bakal menjadi padang mangatas kedepan.

"Saya juga peternak kok, harus optimis," pungkasnya. (tfk/har)

comments