Mahasiswa Pasangkayu Kembali Tuntut Kejelasan Dana Hibah

On Senin, Maret 26, 2018

MASALEMBO.COM

Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa terkait tidak dianggarkannya dana hibah (Foto: Edison S/masalembo.com)
PASANGKAYU, MASALEMBO.COM - Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kabupaten Pasangkayu kembali berunjuk rasa perihal tidak dianggarkannya dana hibah Bantuan Sosial (Bansos) di Kabupaten Pasangkayu, Senin (26/3).

Aksi yang digelar di depan kantor DPRD Pasangkayu ini, merupakan yang kedua kalinya. Dalam aksi itu, sempat terjadi saling dorong antara pihak mahasiswa dengan aparat kepolisian lantaran massa aksi mencoba bakar ban. Hal itu kemudian memaksa pihak kepolisian untuk menyita ban bekas tersebut guna mencegah terjadinya unjuk rasa anarkis.

Massa yang datang sekitar 50 orang, mendesak DPRD memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memberi kejelasan tentang tidak dianggarkannya dana hibah Bansos.

"Kami datang ke sini hanya untuk meminta DPRD sebagai perwakilan rakyat mempertemukan kami dengan Tim Penganggaran Daerah (TAPD) dan OPD terkait agar dapat menjelaskan," ungkap Koordinator Lapangan, Ical, dalam orasinya.

"Mengapa tahun ini dana hibah Bansos tidak dianggarkan, padahal itu sangat bermanfaat bagi kami dalam penyelesaian "study" dan masyarakat," tambahnya. 

Usai berorasi di depan kantor DPRD, massa kemudian mendatangi kantor Bupati Pasangkayu sesuai arahan beberapa anggota DPRD. 

Di depan kantor bupati mahasiswa semakin bersemangat mempertanyakan tentang penganggaran dana hibah Bansos. Namun permintaan bupati yang hanya menerima lima perwakilan mahasiswa membuat massa merasa kecewa.

Kekecewaan massa kemudian dilampiaskan dengan melakukan pembakaran ban sehingga aparat kepolisian mencegahnya. Terjadilah aksi saling dorong sehingga unjuk rasa itu nyaris ricuh. 

"Harusnya Bupati menerima kami semua, karena kami datang ke sini atas arahan wakil rakyat kami. Sungguh bobrok negeri ini bila kami para penerus bangsa sudah tidak dianggap lagi oleh Pemerintah Daerah," tegas Ical. 

Sementara itu, Kapolres Kabupaten Pasangkayu AKBP Made Ary Pradana saat diwawancarai, menampik jika aksi mahasiswa hari ini ricuh. Dia menyebut bahwa aparat hanya mengantisipasi terjadinya hal yang tidak di inginkan.

"Saat itu kita berada di area perkantoran, karena ada minyak dan bensin tumpah dan untuk menghindari hal yang tidak di inginkan, kami mengamankan situasi dengan menenangkan massa agar tidak terjadi apa-apa," jelasnya.

Made Ary Pradana juga mengatakan, untuk pengamanan aksi demo, Pokres Pasangkayu menurunkan 90 personilnya.

"Aksi demo ada aturannya tersendiri. Kami dari aparat mencoba melakukan komunikasi dan meminta kepada peserta aksi agar dapat menahan diri dan tidak berbuat anaskis," bebernya. 

Berikut tuntutan lengkap mahasiswa yang dirangkum masalembo.com.

1. Menuntut agar Pemda menganggarkan kembali dana hibah bansos pada saat perubahan anggaran.

2. Mendesak Pemda agar menganggarkan dana lembaga kemahasiswaan dan penyelesaian "Study" ke Dinas Pendidikan.

3. Libatkan Mahasiswa dalam Muserembang Kabupaten.

4. Mendesak DPRD dan Pemda agar memanggil dan mengevaluasi TAPD Kabupaten Pasangkayu.

5. Agar Pemda segera menyelesaikan semua persoalan daerah yang belum terselesaikan hingga saat ini. (eds/tfk)

comments