Proyek Tanggul Simullu Diduga Tidak Sesuai Bestek

On Kamis, Maret 22, 2018

MASALEMBO.COM

Kondisi tanggul sungai Copala (Foto : Ashari / masalembo.com)
MAJENE, MASALEMBO.COM -- Pengerjaan proyek tanggul sungai yang berada di Lingkungan Copala - Simullu, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene Sulawesi Barat, nampaknya masih menyisahkan masalah.

Setelah sebelumnya roboh, proyek senilai Rp. 12 Miliar berasal dari dana APBN ini, beberapa bagian bangunannya diduga dikerjakan tidak sesuai bestek.

Diantaranya teknik pembesian dan pengerjaan timbunan yang tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Bentangan besi yang seharusnya 8 ikatan namun yang terpasang kurang dari jumlah tersebut.

"Jumlah besi hanya terpasang 6 bahkan kadang kurang," kata seorang warga setempat yang enggan namanya dikorankan. Kamis (22/3).

Dia menjelaskan, pengerjaan timbunan yang tidak sesuai RAB yaitu saat PT Banua Surya melakukan pengerukan dasar sungai sebagai bahan timbunan. Seharusnya memakai tanah dari luar. Namun kontraktor tidak melakukannya.
Padahal anggaran tersedia dalam RAB.

"Sehingga mengakibatkan tanggul atau tebing tersebut menjadi terlihat mengantung dari permukaan dasar sungai," dia menambahkan.

Selain itu campuran semen juga kadang tercampur dengan tanah karena dalam proses pencampuran tidak memakai alat penadah semen.

Tidak hanya itu, rekanan yang melakukan penambangan untuk bahan material proyek tersebut juga belum dibayarkan upah pengerjaannya sampai saat ini. Padahal proyek tersebut sudah selesai pada Januari tahun ini.

"Seharusnya perusahaan kami sudah dibayar pada Maret ini namun pihak PT Banua Surya belum menepatinya," kata Muh Nur Salman pihak CV Surya Nusantara yang melakukan penambangan.

Dia bilang upah yang harus dibayarkan PT Banua Surya kepada perusahaannya senilai 3 persen dari nilai material yang tercantum dalam RAB. Dirinya merasa sangat kecewa karena PT Banua Surya selalu memberi janji namun tidak ditepati. (ash) 

comments