Misar, Bocah Malang Penderita Gizi Buruk di Kabupaten Mamasa

On Rabu, April 11, 2018

MASALEMBO.COM

Bocah Misar dan Ibu (Foto: Ist/Kedi Liston Parangka)
MAMASA, MASALEMBO.COM - Masalah sosial yang dialami Misar (15) penderita gizi buruk di Mamasa, mengundang keprihatinan banyak pihak. Tak terkecuali dinas terkait yang berhubungan langsung dengan penderita.

Saat ditemui di kantornya, Rabu (11/4) Kepala Dinas Kesehatan Mamasa, dr. Hajai mengatakan, dengan mencuatnya hal seperti itu memberikan "warning" bahwa ternyata masih banyak masalah kesehatan belum tuntas tertangani.

Terkait kasus yang menimpa Misar, Ia menuturkan sejak balita yang bersangkutan terekspos, pihaknya telah melakukan upaya penanganan dengan  memberikan paket imunasisi lengkap. 

"Merekakan punya kartu imunisasi Posyandu ibu dan anak. Artinya penangananya sudah lama. Bahkan sampai umur anak di atas lima tahun tetap diberikan makanan tambahan. Kita berupaya tetap dengan kasih, demi menolong kondisinya yang memang bermaslah," tuturnya.

Kadinkes mengungkapkan sejak Misar masih bayi pihaknya mengajak orang tuanya melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap, namun tawaran berobat sempat ditolak. "Meski biaya pengobatannya gratis, orang tuanya menolak dengan alasan tidak punya biaya untuk kebutuhan sehari-harinya," ungkapnya.

Kadinkes Hajai menambahkan, selain menderita gizi buruk, saat ini yang bersangkutan juga menderita penyakit paru-paru sehingga membuat kondisi Misra tambah parah.


Kadinkes Mamasa, dr. Hajai (Foto: Kedi Liston Parangka)
"Kami terus melanjutkan pemberian makanan tambahan dan memberikan pelayanan kesehatan karena gizi buruk bisa terjadi dengan adanya asupan makanan yang sangat rendah. Selain itu faktor ekonomi juga harus di perhatikan bukan cuman dari sisi kesehatannya," tambahnya.

Kasus Misar ini mencuat kepermukaan berkat kerja sosial yang dilakukan oleh pendamping PKH Dinas Sosial Mamasa saat melakukan pendataan dan kunjungan ke masyarakat tidak mampu. Meski saat ini usia Misar telah beranjak remaja, namun berat badannya hanya 6,7 kilogram. Warga Dusun Kondo, Desa Sepang, Kecamatan Messawa ini sejak 15 tahun lalu hanya dirawat ibunya, Farida (30) yang menjanda karena ditinggal sang suami entah kemana.

Penderitaan remaja malang tersebut telah dialami sejak lahir, akan tetapi kondisi ekonomi Sang Ibu yang tidak mampu membuatnya tak pernah ditangani dokter ahli anak.

Jika Ibu bepergian mencari nafkah dengan bekerja di kebun miliknya, Misar malang harus tinggal sendiri di rumahnya. Sangat memprihatinkan, namun itulah kenyataan hidup yang harus Ia alami. (klp/har)

comments