Pemkab Mateng Dukung Penuh Warga Lestarikan Seni Kearifan Lokal

On Selasa, April 10, 2018

MASALEMBO.COM

Pagelaran Seni Lalla Tassisara (Foto: Yasin/Humas Setda Mateng)
MATENG, MASALEMBO.COM - Karena orang-orang berkesenianlah yang memiliki kepekaan rasa, dalam mengelola potensi kesenian. Olehnya itu Pemerintah diharapkan dapat memberikan perhatian lebih kepada orang-orang yang memiliki jalan hidup berkesenian. Hal tersebut disampaikan Jamhur Anjasmara dalam laporan panitia Pagelaran Seni Lalla Tasisara, Minggu (8/4/)

Pagelaran Seni Lalla Tasisara yang mengangkat tema "Membumikan Nilai-Nilai Budaya Mamuju Tengah Menuju Bingkai Lalla Tasisara" di laksanakan di kawasan wisata bahari Batu Rede Beach Desa Budong-Budong, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah.


Pimpinan OPD hadiri pangelaran seni Lalla Tassisara (Foto: Yasin/Humas Setda Pemkab Mateng)

Jamhur berharap, pemerintah memberi perhatian yang lebih pada orang yang berjiwa seni, yang memiliki kepekaan rasa, dalam mengelola potensi kesenian yang juga cukup besar di Mamuju Tengah. 

Pagelaran seni yang diikuti 15 kelompok ini, terdiri dari tiga kategori yakni, tujuh kelompok kategori sanggar, tiga kelompok kategori SMA/sederajat, lima kelompok kategori SMP/sederajat.

"Konsep acara yang panitia tawarkan hari ini, membumikan kesenian sehingga program acara kami kemas dengan dengan memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita tanpa mengurangi nilai kesenian itu sendiri," jelasnya. 

Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga Mateng Hj. Asmira Djamal berharap, dengan kegiatan ini kiranya mampu mempersatukan semangat multi kultur yang ada di Kabupaten Mateng, dimana terdapat sejumlah etnis dan kultur budaya yang ada di daerah ini.


Kadis Pariwisata Mateng (Foto: Yasin/Humas Setda Pemkab Mateng)

"Dengan pagelaran seni ini kita dapat melihat seluruh kultur yang ada di Kabupaten Mamuju Tengah, dan tentunya ini akan menjadi sebuah wadah bagi para pelaku seni," ucap Hj. Asmira. 

Untuk itu, pihaknya akan berkomitmen dan bertekad terus mengembangkan serta melestarikan kebudayaan multi kultur di Mamuju Tengah, terlebih dalam menghadapi globalisasi, eksistensi terhadap kesenian tradisional perlu dipacu dan diberi ruang serta terus dipromosikan untuk meredam berbagai tantangan, tekanan maupun pengaruh negatif budaya asing yang berpotensi mengikis budaya asli etnis daerah.

"Saya berharap semoga even yang dilaksanakan pada hari ini dapat mendorong seluruh stakeholder kepariwisataan dalam memanfaatkan peluang usaha yang ada sehingga keberadaan multi kultur di Mamuju Tengah dapat menjadi salah satu daya tarik wisata yang dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat," urainya.


Para tamu undangan, Pimpinan OPD dan para tokoh masyarakat (Foto: Yasin/Humas Setda Pemkab Mateng)

Dia mengajak seluruh warga Mamuju Tengah untuk menjadikan even ini sebagai salah satu momentum terbaik dalam pembinaan seni budaya dan hiburan yang dapat menumbuhkan rasa memiliki kebudayaan.

Pagelaran seni juga mendapat apreseasi Pemerintah. Asisten I Ishaq Yunus mengatakan pagelaran seni ini adalah salah satu upaya untuk melestarikan nilai-nilai budaya bangsa, utamanya nilai kearifan lokal yang ada di Kabupaten Mamuju Tengah.

“Kita patut bersyukur, karena negeri kita bukan hanya di anugrahi sumber daya alam yang melimpah, tapi negeri kita dianugrahi budaya dan beraneka ragam suku. Kita dianugrahi berbagai budaya, nilai-nilai seni budaya,” terang Ishaq Yunus.

“Tugas dan tanggungjawab kita adalah bagaimana menjaga, bagaimana melestarikan akar budaya bangsa sehingga tidak hanya akan menjadi cerita sejarah regenerasi kita. Oleh karena itu, melestarikan seni budaya bangsa adalah peran seluruh elemen masyarakat," lanjutnya.


Pangelaran Seni Lalla Tassisara dihadiri Asisten I Ishaq Yunus, para pimpinan OPD dan unsur Muspida Pemkab Mateng (Foto: Yasin/ Humas Setda Mateng)
Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dan Pemuda kata Ishaq Yunus, terus berupaya bagaimana melestarikan budaya bangsa, khususnya nilai-nilai budaya yang ada di Kabupaten Mateng.

“Kita berharap, budaya kita yang ada di Kabupaten Mamuju Tengah tidak hanya menjadi cerita kepada anak cucu kita, bahwa dulu ada tarian seperti ini. Tetapi seni itu, bisa dinikmati hari ini dan hari yang akan datang,” tegasnya.

Selain Kadis Pariwisata, pagelaran yang menarik perhatian warga, juga dihadiri Asisten Bidang Administrasi Bahri Hamsa, Anggota DPRD Mateng Fatahuddin dan Marsuki, Kepala Dinas Pariwisata Asmira Djamal, Kepala OPD Lingkup Pemkab Mateng, Kapolsek Tobadak Syamsuddin Bangsawan, Kepala Desa Budong Budong, sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat serta tokoh agama dan pemuda. (adv)

comments