Sekkab Mateng : Perempuan Jangan Lupa Kodrat

On Selasa, April 24, 2018

MASALEMBO.COM

Askary Anwar (Foto: Jamal Tanniewa)
MATENG, MASALEMBO.COM - Ketua Darmawanita Hj Hartati Amin Jasa menyatakan, peringatan hari Kartini bukan sekedar diperingati secara seremonial. Tetapi hari bersejarah itu terselubung nilai perjuangan yang bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, bahkan negara. 

"Peringatan hari Kartini merupakan bentuk penghormatan atas terwujudnya simbol persamaan gender dan emansipasi wanita," kata Hartati dalam sambutannya pada puncak peringatan hari Kartini ke-139 yang digelar di Pendopo rumah jabatan Bupati Mateng, Senin (23/4)

Hari Kartini kali ini mengangkat tema, 'Wujudkan gerakan perempuan melalui kerja nyata'. Meskipun posisi perempuan sebagai wanita karier, tapi tugas isteri dan ibu tak boleh terlupakan. Tugas tersebut jauh lebih berat dari profesi apapun. 

Peserta peringatan hari Kartini di Mateng (Foto: Jamal Tanniewa)
Sekkab Mateng H Askary juga menyampaikan hal senada. Kata dia, peringatan sosok pahlawan nasional itu sebaiknya tidak sekedar dilaksanakan secara seremonial belaka. Tapi petik hikmah, keteladanan serta contoh baik dari Kartini. Ikuti langkahnya, jadikan pedoman hidupnya sebagai petunjuk. 
 
Menurut Askary saat ini peranan perempuan dan laki-laki setara. Tak ada lagi yang bisa dibedakan. Semua punya kewenangan dan hak yang sama. Baik di dunia politik, birokrasi pun bidang usaha. Bahkan prestasi kaum perempuan lebih besar dibanding kaum laki-laki.

Ia mengatakan, PKK dan Dharma Wanita dewasa ini banyak membantu tugas pemerintah daerah. Meski Pemkab Mateng belum mampu memberikan perhatian penuh terhadap program kegiatan perempuan, tapi organisasi perempua tersebut sangat bersemangat. Mereka banyak membantu menyukseskan beberapa kegiatan yang harusnya jadi tugas pemerintah. 

Olehnya Pemkab Mateng berterimakasih pada ibu PKK yang sudah mampu membantu pemerintah. "Ibu-ibu sudah mendampingi suami dengan baik. Telah menyelenggarakan pemerintahan sesuai tugas dan fungsi masing-masing," kata Askary.
 
Ia menambahkan, perempuan boleh eksis, punya integritas, kompetensi dan punya kapasitas. Tapi ingat kodrat sebagai kaum perempuan harus tetap di kedepankan. "Karena tuhan menciptakan manusia sudah memiliki kodrat yang melekat pada diri masing-masing," ujarnya. 

Olehnya, tugas sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anak tidak boleh dilupakan," pinta Askary. (jml/riz)

comments