Upah Tak Dibayarkan, Pekerja Ancam Segel KUA Kecamatan Sarjo

On Sabtu, April 07, 2018

MASALEMBO.COM

Kantor KUA Sarjo Kabupaten Pasangkayu (foto: edison/masalembo.com)
PASANGKAYU, MASALEMBO.COM - Karena tidak dibayarkan upah selama mengerjakan bangunan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, 

Sejumlah buruh bangunan di Kabupaten Pasangkayu, mengancam akan menyegel Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sarjo.

Salah seorang pekerja Astan Mansur, mengaku hingga kini upahnya belum dibayarkan oleh kontraktor yang menangani pembangunan kantor KUA tersebut. 

"Semenjak pekerjaan selesai, tidak ada lagi kabarnya soal pembayaran gaji. Saya bekerja selama dua puluh tiga hari, belum terhitung lemburnya. Kami itu ada empat kelompok, dengan jumlah pekerja dan tukang sebanyak lima puluh dua orang," beber Mansur kepada masalembo.com, Rabu (4/4).

Ia menyebut, sudah tiga bulan ini belum ada kabar pasti tentang gaji mereka. Bahkan, ada beberapa pekerja yang total gajinya selama dua bulan belum terbayarkan. 

"Apakah gaji kami masih bisa kami harap atau tidak. Soalnya siang malam kami kerja belum dibayar," keluhnya. 

Ia dan teman-temannya telah bersepakat apabila dalam bulan ini tidak dibayarkan juga, maka mereka akan menyegel kantor tersebut hingga kontaktor melunasi hak mereka.

Ditempat terpisah, Kepala kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasangkayu, Mustapa mengatakan, bahwa anggaran pembangunan KUA Kecamatan Sarjo, berkisar Rp. 800 juta dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2017.

"Anggaran pembangunan kantor KUA di Kecamatan Sarjo itu sudah dibayarkan semua kepada kontraktornya, tidak ada lagi yang tertinggal. Dan pada waktu pelunasan itu disaksikan oleh beberapa orang tukang dan pemilik toko tempat bahan bangunan diambil," ungkapnya. 

Mengenai rencana pekerja menyegel kantor, Mustapa berharap itu tidak terjadi, karena dalam waktu dekat KUA Kecamatan Sarjo sudah akan difungsikan. (eds/tfk)

comments