Ishaq Yunus: Keberadaan Pengusaha Bantu Perekonomian Masyarakat

On Senin, Mei 21, 2018

MASALEMBO.COM

Ishaq Yunus (Foto: Yasin/Humas Setda Mateng)
MATENG, MASALEMBO.COM - Keberadaan pengusaha diyakini mampu membantu menghidupi perekonomian masyarakat. Sedang tidak adanya pengusaha akan membuat pemerintah sulit berjalan. Olehnya itu, perusahaan, masyarakat dan pemerintah harus kompak dalam menjalankan pemerintahan. Hal itu dikatakan Asisten Bidang Pemerintahan Setda Pemkab Mateng Ishaq Yunus saat membuka Suzuki Fajar Safari Ramadhan XIII 2018 di halaman masjid Nurul Hidayah Topoyo, Jumat (18/5)

Menurut Ishaq Yunus, pemerintahan yang kompak yakni ketika pengusaha, masyarakat dan pemerintah bisa berkalaborasi dalam usaha pembangunan daerah.

"Hari ini peran pengusaha dia perankan lagi, bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan terhadap dampak dari hadirnya perusahaan itu. Olehnya, saya atas nama pemerintah daerah Kabupaten Mateng mengucapkan banyak terimakasih telah hadir di Kabupaten Mateng, mudah-mudahan ini sebagai awal untuk hari-hari berikutnya," kata Ishaq dalam sambutannya.

Asisten III Ishaq Yunus (tengah) saat membuka Suzuki Fajar Safari Ramadhan XIII 2018 (Foto: Yasin/Humas Setda Mateng)
Dikatakan, Suzuki Sinar Galesong yang hadir bekerjasama dengan perusahaan harian Fajar Makassar, diyakini sebuah postif perusahaan yang tidak hanya memikirkan bagaimana mendapatkan keuntungan saja, tetapi tertanam juga nila-nilai keagaman dan nilai sosial. "Nilai-nilai itu ditumbuhkan dalam kehidupan masyarakat seperti, lomba ceramah atau da'i cilik, lomba tilawah, lomba qasidah, pemutaran film Islami, pemberian sumbangan kepada masyarakat yang kurang mampu," katanya.

Ishaq menyebut, kegiatan sedemikian itu terbukti bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi ternyata perusahaan memiliki tanggungjawab yang sama bagaimana menghidupkan nilai-nilai sosial dan nilai-nilai keagamaan dalam lehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ishaq Yunus juga menghimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap paham-paham radikalisme yang tumbuh yang tidak sesuai dengan akar budaya agama norm-norma bangsa Indonesia.

"Mari kita singsingkan lengan baju, bersatu padu untuk melawan faham-faham radikalisme yang hadir di negeri kita Indonesia. Dan di daerah kita Mamuju Tengah jangan kita lengah," harapnya. (rls/har)

comments