Kisah Mangge, Kakek Renta yang Tak Kenal Lelah Jualan Pisang

On Senin, Mei 28, 2018

MASALEMBO.COM

Kakek Mangge dan pisang jualannya (Foto: Awal/masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM -
Kakek Mangge (90) sehari-hari berjualan pisang keliling. Ia berjalan kaki menapaki lorong-lorong jalanan di Mamuju. Warga Lingkungan Padang Baka, Kelurahan Rimuku ini tak mengenal lelah, terik matahari, pun hujan. Yang kadang menyeruak dari langit bumi Manakarra.

Kali ini, Mangge menjajakan jualan pisangnya di atas jembatan di Jalan Bau Massepe. Tak jauh dari pasar modern Family yang tampak ramai manusia.

Dengan sebatang payung sebagai pelindung, kakek Mangge duduk menunggu pembeli. Ia tampak menikmati waktu, tak berkeluh kesah, malah semangat menawarkan Rp 10 ribu setiap satu sisir pisang.

"Pisang ini saya beli juga di pasar. Harganya Rp 5.000," ujarnya, Minggu (27/5).

Kakek Mangge mengaku, terkadang Ia juga harus menjatuhkan harga di bawah dari Rp10 ribu. "Yang penting ada sedikit keuntungan," katanya.


Kakek Mangge dengan sebuah payung (Foto: Awal/masalembo.com)

Menjual pisang sudah lama digeluti. Tak peduli usia yang sudah rentah untuk melakukan hal tersebut. Dia mengaku enggan berpangku tangan.

Uniknya, hasil penjualan pisang kakek Mangnge yang tak seberapa ternyata kadang habis di jalan. Untuk ongkos ojek saja, dari tempat tinggalnya di Padang Baka menuju kota Mamuju sekali jalan ia harus mengeluarkan Rp 10 ribu. Belum lagi kebutuhan makan selama jualan. Bisa dibayangkan seperti apa hasil jualan pisang kakek Mangge yang bisa dia bawa pulang ke rumah. 

Salah seorang warga, Hastuti yang biasa membeli pisang Mangge mengaku, heran, sebab suatu waktu Hastuti ingin memberi uang lebih kepada kakek itu, namun ditolak. 

"Kalau kita kasih uang saja itu orang tua dia tolak malah disuruhki ambil pisang," kata Hastuti.

Mangge mengaku, berjualan pisang ia lakukan karena tak mau membebani anaknya untuk kebutuhan sehari-hari. (awl/har)

comments