Pelatihan Pengelolaan BUMDes, Pemkab Mateng Harap Desa Kian Maju

On Jumat, Mei 11, 2018

MASALEMBO.COM

Pengurus BUMDes di Mateng ikuti pelatihan (Foto: Yasin/Humas Setda Pemkab Mateng)
MATENG, MASALEMBO.COM - Pembentukan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) merupakan lokomotif pembangunan ekonomi lokal tingkat desa. Keberadaan BUMDes ini didasari oleh potensi desa, kebutuhan desa, kapasitas serta penyertaan modal dari Pemerintah Desa dalam bentuk pembiayaan dan kekayaan desa.

Hal tersebut menjadi materi Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengelolaan keuangan yang berlangsung di aula Semoga Jaya, Jumat (11/5).

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Akhmat Munasir di kesempatan ini menyampaikan, di Mamuju Tengah harapan pemerintah, di setiap desa harusnya memiliki BUMDes. Namun faktanya hanya terdapat 44 BUMDes yang berarti masih ada sekitar sepuluh desa tak memiliki BUMDes.

Soal BUMDes ini, Akhmat Munasir berharap dapat berjalan dengan benar sehingga dapat menyerap tenaga kerja serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Kita tidak perlu keluar untuk mencari pekerjaan di kota, cukup di desa mengelola BUMDes," kata Akhmat.

Sayangnya, BUMDes di Mamuju Tengah, lanjut Akhmat belum menyampaikan laporan keuangan sehingga pihaknya belum tahu dana BUMDes sekitar Rp 3 miliar lebih apakah berkembamg atau menyusut. 

"Kami berharap BUMDes ini berkembang dan dapat menjadi salah satu PAD (pendapatan asli) desa," harapnya.

Ia berharap, aktifitas keuangan BUMDes dilaporkan ke dinas terkait, agar dinas tersebut dapat memantau apakah BUMDes ini mengalami kemajuan atau hanya jalan ditempat atau bahkan mengalami kemunduran. "Maka kita dapat mengetahui apa yang menjadi kendalanya dan dapat kita berikan solusi," katanya.
Sementara itu, Asisten Bidang Pembangunan Yusuf Unja sampaikan, BUMDes merupakan salah satu program prioritas Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI. Karna itu Yusuf mewajibkan kepada semua desa harus membentuk BUMDes.

"Pemerintah daerah dan desa wajib mensukseskan program pemerintah pusat, karena penggunaan dana desa bukan hanya untuk pembangunan fisik semata. Bukan hanya membangun plat dekker, gorong-gorong maupun berbagai bangunan yang sifatnya fisik saja, namun diperuntukkan juga bagi pembinaan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat," terang Yusuf.

Harapan pemerintah lanjutnya, BUMDes dapat menjadi salah satu sumber PAD bagi desanya, mengingat Mateng desanya berkembang. 

"Kita berharap status desa kita bisa meraih satu tingkat yaitu sebagai desa yang maju, bahkan jika kita mampu Mamuju Tengah harus mempunyai desa mandiri. Untuk itulah PAD desa harus digali dari segala aspek yang paling berpotensi di desa tersebut," harapnya.

Unja mengatakan, semua desa di
Mateng sejatinya saling berpacu, saling berkompetisi memunculkan inovasi-inovasi baru agar desa-desa tersebut bergelut makin maju, makin mandiri untuk mencapai kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan bersama. (adv/jml)

comments