Siti Nurbaya Bocorkan Tips Komunikasi Publik di Era Digital

On Selasa, Mei 15, 2018

MASALEMBO.COM

Siti Nurbaya (Foto: Ist)
PONTIANAK, MASALEMBO.COM - Menghadapi Perubahan paradigma administrasi publik dari old administration ke new public management dan ke new public service yang juga diikuti dengan perubahan dalam komunikasi publik serta sebagaimana Instruksi Presiden No 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik membutuhkan kerjasama tentang strategis dengan berbagai elemen komunikasi dan kehumasan pemerintah. Hal ini bertujuan untuk percepatan penyebarluasan informasi kepada masyarakat dan mengakomodasi respon atau masukan dari masyarakat mengenai kebijakan pemerintah. Humas pemerintah dituntut untuk bisa mengkomunikasikan kebijakan, rencana kerja, dan capaian kinerja masyarakat luas, melalui media tradisional, media konvensional, dan media baru dengan memanfaatkan teknologi internet (media sosial) yang ada.

Olehnya itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam Acara Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Pontianak (14/5) yang mengangkat tema Tantangan dan Pendekatan Komunikasi Publik di Era Digital dengan menghadirkan narasumber Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, Menteri Kominfo Rudi Antara, dan dengan moderator Johan Budi. Dalam kesempatan tersebut, Siti Nirbaya membocorkan dengan berbagi tips Komunikasi Publik di Era Digital.

Dikatakan Siti Nurbaya inti dari komunikasi publik adalah persepsi, yakni bisa mengarahkan persepsi apa yang ingin dibangun ke ruang publik.

“Persepsi yang ingin dibangun pemerintah adalah tegas, kerja keras dan humanis”, kata Siti Nurbaya.

Siti Nurbaya juga mengatakan, pengguna Internet yang mencapai 132 juta dari total penduduk Indonesia bisa dijadikan kekuatan, namun semuanya tergantung bagaimana kita mengelolanya.

Siti Nurbaya menambahkan, saat ini KLHK sendiri telah menjalankan strategi memanfaatkan media sosial untuk mempublikasikan konten-konten kreatif, dalam bentuk tulisan, foto, grafis, dan video. Selain itu, menurutnya KLHK juga aktif mengelola isu dan konten, serta mengubah paradigma pengelolaan media sosial yang semua merupakan kerja sampingan, menjadi medsos sebagai jembatan komunikasi antara K/L, dan publik.

"Pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi publik, sudah sejalan dengan ketentuan reformasi birokrasi. Antara lain, pemanfaatan teknologi informasi (e-government), strategi komunikasi, manajemen perubahan, manajemen pengetahuan dan penataan tata laksana," ujarnya.

Dari kesemua itu, Siti Nurbaya juga menyarankan dalam mengelola medsos agar dibuat medsos dinas dan medsos pribadi. Karena menurutnya, bila yang diangkat tentang humanis like-nya akan lebih banyak, dibandingkan dengan urusan dinas.

"Saya pribadi punya Instagram yang pengikutnya 11.400, panfage 116 ribu, twitter 17 ribu, dan www.sitinurbaya.com”, jelas Siti.

Yang terpenting menurut Siti Nurbaya saat ini adalah masyakarat tau apa yang dilakukan pemerintah. Sehingga Siti menganggap pentingnya komunikasi era digital untuk memastikan masyarakat mengetahui fungsi-fungsi politik eksekutif yang dijalankan dan Atas pemahaman masyarakat akan berkembang partisipasi dalam pembangunan, terutama masukan dalam hal pengawasan. (rls/red)

comments