Kabupaten Majene Ditetapkan Bebas Malaria, Tapi ...

On Jumat, Juni 01, 2018

MASALEMBO.COM

Kadindes Majene drg. Nurwan Katta menerima piagam dari Bupati H. Fahmi Massiara (Foto: Humas Setda Majene)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Sejak tiga tahun terakhir, Dinas Kesehatan Kabupaten Majene tak lagi menemukan adanya penularan penyakit malaria. Hal itu menjadi salah satu kriteria daerah ini ditetapkan sebagai kabupaten bebas penyakit yang ditularkan nyamuk Anopheles betina ini.

Penetapan Majene sebagai daerah bebas malaria ditandai dengan pemberian penghargaan yang diserahkan Kepada Bupati H. Fahmi Massiara di Kabupaten Pandegelang Banten, 29 April 2018 lalu. Piagam tersebut, kemudian diserahkan Bupati ke Dinas Kesehatan Majene pada upacara peringatan hari lahir Pancasila, Jumat (1/6) pagi tadi.

Kepala Dinas Kesehatan Majene drg. Nurwan Katta yang dihubungi usai penyerahan sertifikat tersebut mengatakan, pihaknya mengharapkan agar prestasi bebasnya Majene dari malaria dapat dipertakankan. Ia meminta agar masyarakat yang berkunjung ke daerah endemik malaria agar selalu memeriksakan diri. "Kalau ada warga kita ke Kalimantan dan Papua, lalu pulang dan mengalami panas, harap segera periksa ke Puskesmas," kata Nurwan, Jumat.

Dikatakan Nurwan, kendati Majene berstatus bebas malaria, tapi tidak menutup kemungkinan ada orang baru yang masuk ke wilayah Majene terjangkit penyakit mematikan tersebut. Karena itu Dinkes tetap menghimbau warga rajin bersih-bersih lingkungan dan memeriksakan diri ke petugas medis bila merasakan gejala malaria. 

"Di mana-mana saya selalu sampaikan. Setiapa ada pertemuan saya katakan agar jaga kebersihan lingkungan. Salah satunya yang harus tetap diwaspadai adalah malaria," pungkas Nurwan.

Pernyerahan piagam Majene bebas malaria di acara peringatan hari jadi Pancasila, disaksikan para peserta upacara. Mereka adalah ASN dalam lingkup Pemkab Majene, dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). (har/red)

comments