Petani Mateng Terima 165 Unit Bantuan Alat Mesin Pertanian

On Jumat, Juni 01, 2018

MASALEMBO.COM

Bupati Mateng H. Aras Tammauni menyerahkan bantuan alat pertanian (Foto: Jamal Tanniewa/masalembo.com)


MATENG, MASALEMBO.COM - Petani di Kabupaten Mamuju Tengah mendapat bantuan alat mesin pertanian (alsintan). Jumlahnya 165 unit, terdiri dari 65 handtraktor, 25 kultipator dan 75 unit mesin pompa air. 

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Mateng, Ruslan Lazim, dalam acara tatap muka Bupati dengan petani penerima bantuan ini mengatakan, bantuan merupakan suatu terobosan dari Bupati H. Aras Tammauni. Menurutnya, atas terobosan itu sehingga alsintan bisa hadir untuk para petani Mateng. 

"Atas terobosan Pak Bupati, kita lihat di Kabupaten Mamuju Tengah ini, Pemerintah Pusat banyak mengkucurkan bantuan kepada para petani," ucap Ruslan.

Acara tatap muka yang digelar, Rabu (31/5) berlangsung di pendopo Rumah Jabatan Bupati Mateng. Dihadiri langsung Bupati Mateng, H. Aras Tammauni, para
asisten, Pabung TNI Kodim 1418 Mamuju, Danramil Budong-budong, Babinsa, Pewakilan Kapolsek dan penyulu pertanian serta perwakilan kelompok tani penerima bantuan.

Di kesempatan ini Kadistanak Ruslan berpesan, petani harus semangat, harus siaga dan harus siap menerima perintah dan intruksi langsung dari Bupati. "Karena petani sebagai ujung tombak pembangunan pertanian dan keberhasilan pertanian di Kabupaten Mamuju Tengah," ujar Ruslan Lazim.

Tahun ini, lanjut Ruslan, target pertama yang diberikan oleh pemerintah pusat yaitu, penanaman jagung di 62.000 hektar lahan. "Dan alhamdulillah pada bulan Februari sudah data CPCL sudah clear semua. Namun karna kebijakan di Pusat ada perubahan, ada revisi, maka untuk tahun ini turun menjadi 50.000 hektar, dengan jumlah benih sebanyak 750 ton," katanya.

Dikatakan, masalah dan kendala yang selama ini dihadapi adalah keterlambatan benih ke kabupaten. Hal itu dikarenakan adanya perubahan sistem dari pusat yang ditindak lanjuti di tingkat provinsi.

"Bahwa distribusi itu sudah tidak seperti lagi tahun-tahun lalu. Kalau tahun lalu benih didrop ke kantor BPP, di kantor para penyuluh pertanian yang ada di kabupaten Mateng. Namun sekarang sistem sudah berubah, sekarang penyedia barang dan jasa khususnya benih jagung itu yang mendrop ke tingkat kelompok," terang Ruslan.

Ruslan mengatakan, hal ini menjadi kendala Dinas Pertanian dan PPL karena kesulitan mendeteksi, memantau dan mengawasi pergerakan alur distribusi benih.

"Saya berharap para PPL dan kelompok tani, setiap saat apabila ada pendropan dari provinsi agar dilaporkan kepada Dinas Pertanian, kemudian dilanjutkan ke Bupati," harap Ruslan. (jml/har)

comments