Harga Tidak Terbayar, Petani Tutup Pabrik Sawit

On Kamis, Juli 19, 2018

MASALEMBO.COM

Ketua Komisi II Fhatahuddin Alghafiqhi (Foto: Jamal Tanniewa/Masalembo)

MATENG, MASALEMBO.COM - Komisi II DPR Mateng mendesak penanggungjawab PT Trinity segera membayarkan harga buah kelapa sawit pada petani. 

Desakan tersebut sesuai tuntutan petani yang mengadukan nasibnya ke dewan, Rabu (18/7). Petani kesal  lantaran harga sawit belum terbayar dua bulan terakhir. Nilai tunggakan terhitung Mei hingga Juni 2018 mencapai Rp31 miliar. 

"Makanya petani menutup pabrik yang terletak di Desa Tabolang Kecamatan Topoyo," kata Ketua Komisi II DPR Mateng Fatahuddin Alghafiqhi usai hearing bersama perwakilan PT Trinity dan perwakilan petani di kantor DPR, Rabu (18/7).

Fatha berharap, pihak perusahaan segera melunasi harga sawit petani. Mereka sangat membutuhkannya untuk menutupi kebutuhan hidup. Dana yang mencapai puluhan miliar itu juga dinilai Fatha sangat berpengaruh pada perputaran ekonomi masyarakat. Khususnya di Mateng. 

"Kalau dana itu digunakan petani untuk membeli nasi bungkus, berapa besar harga beras yang tidak terbayar dipasaran. Pastinya itu sangat berdampak," jelasnya.

Mestinya Agustus depan perusahaan membayarkan hak kelompok tani. Setidaknya dikucurkan 50 persen dan dilunasi September. "Kami berharap hal ini tidak larut, jangan sampai menyeberang hingga Oktober," pinta legislator dari Partai PAN itu. 

Ia berpesan agar rekanan perusahaan bersabar dan jauhi tindakan yang dapat memicu konflik. 

Hearing di ruang komisi II Rabu siang tadi dihadiri wakil ketua komisi Diana Ritonga, Hamka dan Nelson MT. Ketiga legislator tersebut juga ikut ikut meneken berita acara kesepakatan kedua pihak. Dalam perjanjian HOT atau direktur PT Trinity diminta hadir pada pertemuan, Jumat (20/7). (jml/riz) 

comments