Ratusan Bacaleg DPRD Kabupaten dan Provinsi Ikuti Tes Kesehatan di RSUD Majene

On Sabtu, Juli 07, 2018

MASALEMBO.COM

Tampak para bakal caleg antusias mengikuti tes kesehatan di RSUD Majene (Ist/masalembo.com)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Ratusan bakal calon anggota legislatif Pemilu 2019 datang ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Majene, Sabtu (7/7) pagi. Mereka datang untuk melakukan tes kesehatan, mulai dari jasmani, rohani (kejiwaan) hingga narkoba. 

Ketua KPU Majene Arsalin Aras menggatakan, para bakal calon legislatif (bacaleg) tersebut adalah mereka yang membidik kursi parlemen daerah Kabupaten Majene, namun di antara mereka juga terdapat bacaleg DPRD Provinsi Sulbar dari dapil Majene. “Memang caleg provinsi diarahkan ke Rumah Sakit Regional Sulbar yang ada di Mamuju, tapi dimungkinkan juga untuk mereka ambil tes kesehatan di sini (di RSUD Majene, red),” terang Arsalin, dihubungi melalui telepon seleluler.

Lebih lanjut Arsalin menjelaskan, KPU Majene sebagai penyelenggara Pemilu, tidak memiliki kafasitas melakukan tes kesehatan sehingga semua proses dan hasilnya diserahkan ke rumah sakit.
“Sebenarnya ini tidak dikerjasamakan, tapi maksudnya begini, karena ini tes kesehatan kewenangannya rumah sakit, regulasinya kami kasih rumah sakit untuk ditindaklanjuti dengan kebijakannya,” ungkap Arsalin. 

Direktur RSUD Majene dr. Rahmat Malik terkait tes kesehatan bacaleg ini mengatakan, pihaknya siap melayani pemeriksaan kesehatan para bakal calon wakil rakyat tersebut. Pelaksanaan tes kesehatan ini kata Rahmat, akan berlangsung selama dua hari.

“Kita belum tahu berapa semua jumlahnya. Yang pastinya tadi ini sudah full, saya perkirakan seratusan yang tadi,” ucap dr. Rahmat.

Rahmat menjamin, RSUD Majene memiliki cukup fasilitas dan tenaga medis untuk melayani permintaan tes kesehatan bacaleg. “Jadi ada formulirnya, siapa yang datang kita layani,” pungkasnya.

Pelaksanaan tes kesehatan ini dibagi pergelombang, para bacaleg dibebani biaya sebesar Rp.550 ribu. “Biaya ini lebih murah dibandingkan dengan rumah sakit lain, kita tidak perlu mahal-mahal-lah,” cetus dr. Rahmat. (har/red)


comments