Pemkab Majene Serukan Imunisasi Campak, Dinkes Siapkan 413 Pos Pelayanan

On Rabu, Agustus 01, 2018

MASALEMBO.COM


Bupati Majene H. Fahmi Massiara memberikan vaksin imunisasi kepada seorang anak di acara pencanangan imunisasi MR di SDN 26 Pakkola (Foto: Humas Setda Pemkab Majene)

MAJENE, MASALEMBO.COM - Pemerintah Kabupaten Majene melalui Dinas Kesehatan kembali menyerukan agar setiap anak mengikuti imunisasi campak dan rubella. Seruan itu disampaikan langsung Bupati Majene H. Fahmi Massiara saat pencanangan Kampanye Imunisasi Measles-Rubella (MR) Fase ke 2 di SD 26 Pakkola Kecamatan Banggae Timur, Rabu (1/8) pagi.


Dalam sambutan Bupati menuturkan, imunisasi akan digelar selama Agustus hingga September tahun ini. Karena itu dia berharap agar informasi ini disebarkan melalui Posyandu, rumah ibadah dan tempat-tempat umum lainnya.

"Bulan ini, Agustus 2018, imunisasi campak-rubella akan dilaksanakan di sekolah dan pada bulan September di Posyandu," kata Fahmi.


Imunisasi campak dan rubella lanjutnya, diharapkan dapat menjadi perisai yang memberikan perlindungan terbaik terhadap anak-anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun.

Bupati menjelaskan, campak atau yang dikenal dengan sarampah dan rubella adalah penyakit yang sangat berbahaya. Penyakit sarampah dapat menyebabkan konplikasi yang serius yang kadang berujung pada kematian.

"Kita sudah terlalu lama menyepelekan penyakit ini, tanpa diobati akan sembuh, padahal banyak anak yang meninggal karena sarampah, tetapi kita cenderung tidak mencatatnya," pungkasnya.

Bupati Fahmi juga menjelaskan penyakit rubella ini mirip sarampah namun relatif lebih ringan. Tapi justeru karena lebih ringan cenderung tidak diperhatikan padahal virus rubella jika menyerang ibu hamil akibatnya mengerikan karena dapat mengakibatkan cacat dan kematian pada bayi yang dikandung.

"Cacat yang timbul adalah cacat yang permanen. Bayi bisa lahir dengan kebutaan, ketulian, kelainan jantung dan kelainan otakk," urai mantan Camat Banggae Timur ini.

Kepala Dinas Kesehatan drg. Nurwan Katta di acara yang sama megatakan, pihaknya menetapkan 413 Pos Pelayanan Imunisasi MR. 295 adalah Posyandu, dengan dukungan tenaga sebanyak 155 vaksinator serta 1.321 kader.

"Kami sangat berharap untuk mendapat dukungan terutama pihak sekolah dan lintas sektor lainnya demi mencapai masyarakat Majene sehat," pinta Nurwan.

Untuk diketahui, kampanye measles rubella atau kampanye MR di Indonsia ini sudah dimulai di pulau Jawa pada bulan Agustus-September 2017. Saat ini pelaksanaannya di luar pulau Jawa dengan sasaran anak-anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun. Untuk mencapai hasil maksimal, kampanye ini.

Di acara pencanangan Kampanye Imunisasi Measles-Rubella (MR) Fase ke 2 di SD 26 Pakkola ini, turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Majene Hj. Fatmawati Fahmi, Kepala Dinas Pendidikan Ashar Malik, sejumlah kepala sekolah dan tim Dinkes Majene. (har/red)

comments