Resmi Jabat Dinas PUPR, Budiyansa Bertekad Sukseskan Program Bupati

On Jumat, Agustus 17, 2018

MASALEMBO.COM

Kepala Dinas PUPR Pasangkayu, Budiyansa (Edison/masalembo.com)

PASANGKAYU, MASALEMBO.COM - Setelah dilantik sebagai pejabat definitif Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kabupatrn Pasangkayu, Provinsi Sulbar, Budiyansa tetap akan malanjutkan pekerjaan dengan mangacu pada visi dan misi Bupati Pasangkayu. Hal tersebut diakuinya setelah dirinya dilantik di aula Kantor bupati Pasangkayu, Kamis (16/08).

Menurutnya, Salah satu program Bupati Pasangkayu yakni menyediakan infrastruktur dasar, PUPR hadir untuk menyukseskan program dan mengantar bupati menyelesaikan program kerja sampai akhir masa jabatannya 2021 kedepan.

“Yang kami akan lakukan yakni pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih,” ungkapnya.

Budi menambahkan, melalui dana pusat pihaknya telah melakukan asistensi dana DAK yang berlangsung di Makassar, tanggal 9-10 Agustus lalu. Dimana dalam asistensi tersebut, Kabupaten Pasangkayu mendapat 8,7 M untuk pemenuhan air bersih. 

Selain itu, lanjut Budi, untuk pemenuhan kebutuhan dasar di bidang sanitasi, yakni masih adanya masyarakat yang belum tertib membuang air bersih, maka dari itu PU hadir untuk pemenuhan dasar IPAL, agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi.

"Di bidang Cipta Marga, pihaknya tetap akan membangun akses jalan dan akan difokuskan pada sentra-sentra produksi supaya ekonomi atau PAD bertambah, itu yang kami sasar, baik akses jalan maupun jembatan,” ujarnya.

Sementara, di bidang perairan, Budiyansa menjelaskan bahwa tahun 2019 pihaknya mendapat tiga penanganan daerah irigasi melalui dana DAK hasil asistensi lalu dan di bidang jasa konstruksi, dirinya mengaku akan melakukan pelatihan.

“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan ke depan semua yang terlibat pada proses penyediaan jasa yang dimulai dari buruh kasar sampai penyedianya sendiri akan mendapatkan sertifikat keahlian yang disediakan oleh PUPR,” ujarnya

Untuk bidang tata ruang, dirinya akan memfokuskan pada perizinan, karena beberapa wilayah ada masyarakat yang belum memahami bahwa mesti mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) ketika ingin membangun bangunan dan pihaknya akan melakukan peninjauan ulang kembali tata ruang wilayah.

“Hal ini sementara kami kerjakan, untuk dijadikan dasar untuk melakukan pembangunan dalam rangka dua periode bupati dan peletakan dasar siapa pun yang akan menjadi pimpinan ke depan, bahwa inilah tata ruang Kabupaten Pasangkayu secara keseluruhan,” tutupnya. (eds/har)

comments