6 Pencari Kayu Gaharu Ini Nyasar di Hutan Mamasa

On Senin, September 17, 2018

MASALEMBO.COM

Keenam pencari kayu gaharu nyasar ke Mamasa (Frendy Cristian/masalembo.com)

MAMASA, MASALEMBO.COM - Lima warga Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat nyasar di hutan Mamasa saat mencari kayu gaharu. Selain kelima warga Topoyo, satu warga Kalumpang, Kabupaten Mamuju juga ikut dalam rombongan tersebut.

Salah satu dari mereka, Isak, warga Desa Karataun, Kecamatan Kalumpang mengatakan, mereka berjalan kaki selama 20 hari di dalam hutan. Mereka berhasil menemukan sungai dan menyusuri sungai tersebut hingga tiba di pemukiman warga Desa Lambanan Kecamatan Mamasa.

"Kalau kembali ke Kalumpang maka kami akan mati kelaparan, bekal sudah hampir habis, terpaksa kami teruskan perjalanan karena kami yakin bahwa ada kampung yang akan kami datangi dan ternyata kami nyasar di Mamasa," kata Isak, Minggu (16/9)

Kata Isak, sebelum mereka tiba di wilayah Kabupaten Mamasa, mereka kehabisan bahan makanan. Beruntung mereka sempat berburu anoa dalam perjalanan. Selama dua hari, daging anoa menjadi makanan pokok bagi untuk melanjutkan perjalanan hingga tiba di Lambanan.

"Pas tiba di kampung itu, kami sedikit lega, tetapi kurang nyaman karena orang mengira kami teroris. Kami takut karena masuk di kampungnya orang, juga tidak bawa KTP," tuturnya.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi, wargapun langsung melaporkan keenam warga tersebut kepada Kepolisian Sektor Mamasa.

"Setelah dapat laporan dari warga, kami langsung menjemput keenam korban, kami dapatkan mereka dalam kondisi yang aman," ungkap Kapolsek Mamasa, IPTU Leo Paemba saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (17/9)

Menurut Leo, berdasarkan hasil interegasi yang dilakukan pihaknya kepada keenam korban, mereka murni nyasar, tidak ada indikasi gangguan keamanan.

"Mereka murni nyasar, berdasarkan keterangannya, mereka  memilih meneruskan perjalanan hingga tiba di Mamasa, sebab jika harus berbalik arah ke Kalumpang akan butuh waktu empat hari perjalanan, sementara mereka kehabisan bahan makanan," terangnya

Keenam orang tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan akan diperkenankan pulang ke kampung asalnya masing masing. Pihak kepolisian sudah menghubungi keluarga mereka.

"Ini sudah jadi tanggung jawab kami, jadi stelah diinterogasi, kami langsung menghubungi keluarganya dan sekarang mereka sudah dalam perjalanan untuk me jemput mereka," pungkasnya. (frd/har)

comments