Bupati Ramlan Lantik Frans sebagai Pj Sekda Mamasa

On Sabtu, September 01, 2018

MASALEMBO.COM

Pelantikan Frans sebagai PJ Sekda Mamasa (Frendy Cristain/masalembo.com)

MAMASA, MASALEMBO.COM - Pasca Benyamin YD menyatakan mengundurkan diri karena maju sebagai caleg, Bupati Mamasa Ramlan Badawi akhirnya melantik Frans sebagai Pejabat (Pjt) Sekretaris Daerah (Sekda) Mamasa.

Pelantikan ini dilaksanakan di ruang kerja Bupati Mamasa, Jumat (31/8)

Di kesempatan itu, Ramlan menyampaikan, pelantikan yang dilakukan didasarkan oleh dua hal, pertama surat keputusan (SK) dari Gubernur Sulawesi Barat (sulbar) dan SK Bupati Mamasa. Selain itu, pelantikan juga dilaksanakan sesuai kebutuhannya, dengan mempertimbangkan bahwa jabatan Sekretaris Daerah sedang terjadi kekosongan, "Karena ada kekosongan, maka sesuai perintah undang-undang, harus diisi," kata bupati Dalam sambutannya kemarin.

Menurut  Ramlan, jabatan sekda merupakan jabatan yang sangat strategis, sebab semua kegiatan yang berkaitan dengan administrasi, baik di daerah, sampai di tingkat dusun adalah kewenangan sekda. Dengan begitu, untuk menduduki jabatan sekda, harus melalui jenjang kepangkatan, "Kalau perlu dia paripurna, harus tahu bagamana itu camat, bagaimana itu kepala bagian. Semua harus dilewati," tuturnya.

Ramalan lanjut menjelaskan, selain jenjang jabatan yang harus dipenuhi oleh seorang pejabat Sekda, juga ada tiga hal yang mesti dimiliki oleh figur pejabat sekda, yakni yang pertama memiliki planing atau perencanaan, sekda harus memiliki kapabilitas atau kemampuan untuk melaksanakan tugasnya, dan yang terakhir adalah sekda harus mampu menjadi orang yang dituakan dalam birokrasi pemerintahan, "Ini persyaratan yang mesti dipenuhi, dan saya kira semua itu ada pada diri pak Frans," lanjutnya.

Lebih jauh Ramlan menjelaskan, karena jabatan yang diemban Frans masih sifatnya pelaksana, maka untuk menentukan pejabat yang sifatnya depenitif, diperlukan adanya lelang jabatan. Dalam lelang jabatan yang dimaksud, sifatnya terbuka untuk umum, yang memenuhi syarat untuk menduduki jabatan tersebut.

"Kalu lelang jabatan, kita tidak melihat kepentingan politik, tidak melihat wilaya tetapi jenjang karir. Dan untuk menentukan itu, harus dilakukan seleksi,'' jelasnya.

Sementara itu, PJT Sekretaris Daerah Frans yang baru usai menerima sumpah jabatan mengatakan, hal utama yang akan ia kerjakan untuk memulai tugasnya yakni membenahi administrasi, sebab dikatakan Frans, administrasi beberapa waktu yang lalu terhenti, sejak pejabat lama mengundurkan diri. 

"Ini kita akan benahi dulu, kemudian kebijakan kebijakan pimpinan akan kita amankan. Stelah itu, barulah kita membenahi masalah kepegawaian," kata Frans saat dikonfirmasi usai menerima sumpah jabatan.

Menurut Frans, yang kadang membuat Bupati tidak begitu fokus mengurusi kepentingan pembangunan yaitu ketidak aktifan beberapa pegawai, sesuai dengan laporan yang diterimanya, "Kedepannya, itu yang akan kita perioritaskan menata kepegawaian bekerja sama dengan instansi kepegawaian," pungkasnya. (frd/har)

comments