DPRD Mateng Minta Pekerjaan Jembatan Desa Tabolang Dipercepat

On Rabu, September 05, 2018

MASALEMBO.COM

Panji Bayu Widodo (ist)

MATENG, MASALEMBO.COM - Lambannya pembangunan jembatan di Jl. Trans Sulawesi Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo, menuai sorotan Komisi III DPRD Mamuju Tengah.

Anggota Komisi III DPRD Mateng Panji Bayu Widodo mengatakan, lambatnya pembangunan jembatan tersebut kerap memicu terjadinya kemacetan karena saat ini hanya dipasangi jembatan darurat yang tidak memenuhi kapasitas. 

"Ini sangat menghambat arus transportasi, bukan hanya bagi warga Mateng tapi seluruh masyarakat Sulawesi yang melintas," kata Bayu kepada masalembo.com, Rabu (5/9).

Bayu berharap, pembangunan jembatan di Jl. Trans Sulawesi Desa Tabolang Kecamatan Topoyo ini segera tuntas. Jembatan penghubung Mamuju-Palu ini mulai dikerjakan sejak 10 Januari 2018 oleh PT. Graha Perkasa Mandiri namun hingga kini belum selesai.

"Sebagai wakil rakyat, kami berharap progres pekerjaaan jembatan dipercepat agar arus lalulintas di situ berjalan lancar," pintanya.

Terpisah, salah satu tokoh masyarakat Desa Tabolang, Rustam membenarkan adanya kemacetan yang kerap terjadi karena jembatan darurat sebagai penghubung tidak memenuhi kapasitas muatan. Bahkan menurutnya, jembatan darurat yang hanya mampu dilalui maksimal 8 ton itu, tidak akan mampu bertahan hingga proses pekerjaan selesai.

"Sulit untuk dibatasi, muatan 20 ton pun harus lewat karena ini jalur Tran Sulawesi, pastinya jembatan darurat akan rusak," kata Mantan Kepala Desa Tabolang yang barusaja berakhir masa jabatannya itu.
      
Kata Rustam, meskipun progres pakerjaan belum mencapai target namun ia berharap, pelaksaannya dipercepat. 

Menurutnya, jembatan penghubung yang diperkirakan belum mencapai 50 persen itu sangat lamban, sehingga akan menghambat arus lalulintas.

"Kami berharap, pihak kontraktor segera tuntaskan demi kelancaran arus transportasi, khawatir saat musim hujan arus sungai akan meningkat sehingga pekerjaannya akan terkendala," tutup Rustam. (jml/har)

comments