Inspirasi di Balik Medali, Kisah Perjuangan Ramla

On Rabu, September 05, 2018

MASALEMBO.COM

Ramla Baharuddin (ist)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Perjuangan Ramla Baharuddin meraih medali perak di cabang olahraga dayung beregu pada Asian Games 2018 tidaklah mudah. Tak seperti membalikkan telapak tangan, Ramla butuh kerja keras dan kesabaran yang tangguh untuk dapat merebut medali sekaligus mengukir sejarah untuk Indonesia dan Sulawesi Barat.

Tulisan ini akan mengulas sisi Ramla dari sudut pandang orang terdekat. Ia adalah Herni, kakak kandung peraih medali perak Asian Games ke 18 Jakarta-Palembang yang menjadi orang tua Ramla selama ini.

Herni, menceritakan kembang kempis perjuangan Ramla sejak mengenal hingga terjun ke cabang olahraga dayung, bahkan hingga mengantarnya ke pesta olahraga terakbar di pentas Asia itu.

Gadis belia 19 tahun itu adalah bungsu dari delapan bersaudara. Saat ia menginjak kelas enam SD, bapaknya meninggal dunia. Tahun 2010 lalu. Hanya berselang empat tahun kemudian, ibu yang teramat dicintainya pun pergi untuk selamanya.

"Ibu meninggal dunia saat Ramla masih duduk di kelas dua SMP," ujar Herni kepada wartawan masalembo.com, Selasa (4/9)

Dikenang Herni, semasa ayahnya masih hidup Ramla kecil memang sudah akrab dengan laut. Ia sering ikut memancing membantu bapaknya di hari-hari libur sekolah. Di saat itulah putri kelahiran 1999 ini mulai mengenal cara mendayung perahu yang diajarkan mendiang bapaknya.

Herni, kakak Ramla Baharuddin (Foto: Awal/masalembo.com)

Ada kisah inspirasi yang menarik dari seorang Ramla kata Herni, walau dia sadar seorang yatim piatu, dia (Ramla) tetap semangat mewujudkan cita-citanya menjadi seorang polisi. Karena keseriusannya, segala daya ia tempuh termasuk ketika berjuang masuk di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Provinsi Sulawesi Barat.

"Sejak di PPLP di situ mulai dilatih dan dikarantikan bersama atlet olahraga Sulbar lainnya," terang Herni.

Selain dikarantikan, Ramla juga mendapat beasiswa dari pemerintah. Ia memanfaatkan seutuhnya beasiswa itu untuk biaya pendidikan hingga lulus SMA.

Herni mengaku, kesuksesan adiknya meraih medali di Asian Games adalah buah kesabaran dan tekadnya yang kuat. Prestasi itu menjadi kebanggaan tersendiri, telah mengharumkan nama Indonesia pun Sulawesi Barat.

Kendati belum mendapat penghargaan dari Pemerintah Sulbar maupun Pemkab Mamuju, namun Herni tetap bersyukur atas pencapian prestasi Ramla yang diapresiasi masyarakat Sulbar.

"Saat ini belum ada pemberian penghargaan gubernur maupun bupati kepada Ramla, kecuali Kapolda Sulbar, sudah menjanjikan masuk polisi," kata Herni.

Janji Kapolda itu tentu saja membuka pintu bagi Ramla mewujudkan impiannya. Menjadi seorang polisi wanita (Polwan).

Herni pun berharap, harapan itu terwujud dan kedepan adiknya dapat lebih mengembangkan kemampuannya dalam hal olahraga dayung demi mengukir prestasi gemilang dan tetap mengharumkan nama Sulbar bukan hanya di perlombaan nasional tetapi juga di even-even internasional.

"Semoga apa yang dicita-citakan dapat ia capai," harapnya

Ramla sendiri mengaku bangga tentunya, karena telah meraih medali perak. Dirinya berharap semoga kedepan ada atlet Sulbar berbicara di kancah nasional, bahkan hingga mancanegara melampaui pencapaian yang ia torehkan.

"Semoga lebih baik lagi, lebih banyak atlet dayung dari Sulbar, banyak prestasi," harapnya.

Kapolda Respon Positif Keinginan Ramla Jadi Polwan

Sebelumnya, atlet dayung asal Desa Bambu, Mamuju Provinsi Sulbar dijamu Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharudin. Saat bertemu orang nomor satu di jajaran kepolisian daerah Sulbar, Ramla mengutarakan keinginannya menjadi anggota korps bayangkara.

Hal ini disampaikan Ramla saat bertemu Brigjen Pol Baharudin Djafar di ruang kerja Kapolda, Senin (3/9) kemarin.

Keinginan Ramla sendiri, sesuai dengan arahan menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahwari yang menperioritaskan atlet berprestasi berkarir baik di jalur PNS, Polri maupun TNI.

Kapolda mengatakan, pihaknya sangat merespon keinginan putri dayung Sulbar ini menjadi polisi.

"Itu sangat bagus. Jadi nantinya bisa menjadi polair (polisi perairan) agar dapat mengajarkan kepada anggota lain tentang teknik-teknik dalam mendayung," ungkap Kapolda. (awl/har)

comments