Misi Kemanusian Polda Sulbar Sempat Terhalang Kebakaran Rutan Donggala

On Minggu, September 30, 2018

MASALEMBO.COM

Kebakaran di Rutan Donggala, Sabtu (29/9) malam (Hums Polda Sulbar)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Misi kemanusiaan Kapolda Sulbar Brigjend Pol Baharuddin Djafar ke Palu, Sulawesi Tengah, sempat terhenti dengan terjadinya kebakaran di Rumah Tahanan (Rutan) Donggala, Sabtu (29/9) malam.

Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Mashura mengatakan, rombongan Kapolda sempat terhenti di lokasi terbakarnya Rutan Donggala yang mengakibatkan para tahanan berlarian. 

"Kapolda sempat berhenti, membantu pengamanan sementara di Rutan," terang Mashura, Minggu (30/9)

Rombongan Kapolda membawa bantuan makanan dan obat-obat untuk korban gempa dan tsunami di Palu-Donggala. Kapolda Sulbar Baharudin Djafar memimpin langsung penyaluran bantuan ini. Kapolda didampingi Kasat Brimob Polda Sulbar, Kabid Dokkes dengan personil medis, Pers Brimob dan 130 personil dari Polda Sulbar.

AKB Mashura mengatakan, rombongan Kapolda tiba pukul 03:30 Wita di Desa Loli perbatasan Donggala-Palu. Mereka membuat posko untuk membuka dan membersihkan akses jalan yang terputus di sana. Rombongan Polda Sulbar kemudian mengirimkan tim medis ke RS Bhayangkara Polda Sulteng dipimpin langsung Kapolda Baharuddin Djafar.

Pada pukul 04.30 Kapolda Baharuddin Djafar tiba di Mapolda Baru Sulawesi Tengah. Melalui Kabid Humas Mahsura, Kapolda menyampaikan kondisi Mapolda Sulteng mengalami kerusakan. Namun kompleks Mapolda tersebut tetap dipilih warga menjadi tempat pengungsi.

"Di sana dipenuhi pengunsi, Kapolda shalat subuh berjamaah dengan masyarakat dan personil Polda Sulteng yang berada di lokasi itu," terang Mashura 

Melalui keterangan tertulis, Mashura mengatakan akibat bencana tersebut kerusakan saran prasarana terjadi dimana-dimana, banyak korban meninggal dunia.

"Kapolda Sulbar dalam kesempatannya mengungkapkan duka citanya dan meminta masyarakat Donggala dan Palu untuk tetap bersabar dan berdoa. Musibah itu ujian sabar dan sholat adalah solusi yang tepat," tutur Kapolda. (rls/har)

comments