Penyanderaan WNI Asal Sulbar, AIM akan Berkomunikasi Pemerintah Filipina

On Senin, September 17, 2018

MASALEMBO.COM

Andi Ibrahim Masdar (Asrianto/masalembo.com)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Pihak keluarga Usman Yunus alias Hamdan terus menunggu kabar terbaru tentang keluarganya yang menjadi korban penculikan kelompok bersenjata di Tawau, Malaysia. Yulianti, istri korban mendesak Pemerintah Indonesia agar segera mencari tahu keberadaan dan membebaskan suaminya dari penculikan.

Saat ditemui di kediamannya di Dusun Bruno, Desa Kebun Sari, Kecamatan Wonomulyo, Senin (17/9) sore, ia terus menangis memikirkan kondisi suaminya.

"Semoga pemerintah secepatnya bisa membebaskan suami saya," ujarnya sambil menyeka air matanya.

Tampak di rumah Yulianti, para kerabat dan keluarga banyak yang datang memberi dukungan moral.

"Untung ada keluarga kasian, selalu temani di rumah, jadi saya merasa terhibur," tuturnya sedih. 

Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar mengatakan, akan berupaya membebaskan warganya dari penyanderaan. AIM berjanji akan berkomunikasi dengan beberapa pengusaha di Mindanau, Filipina.

"Kita ada MoU dengan pemerintah dan pengusaha Filipina dalam hal ketenaga kerjaaan. Tapi saya akan berusaha melakukan upaya untuk membebaskan," ujarnya usai rapat di Balitbanreng.

Sebelumnya diberitakan, dua WNI asal Provinsi Sulawesi Barat menjadi korban penculikan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Kedua WNI tersebut adalah Usan Yunus alias Hamdan, warga Dusun Bruno, Desa Kebun Sari, Kecamatan Wonomulyo, dan Samsul Saguni, warga desa Poniang, Kecamatan Sendana, Majene.

Keduanya diculik Selasa (11/9) pekan lalu saat melakukan pencarian ikan di wilayah perairan Tawau, Malaysia.

Sejauh ini, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terus melakukan komunikasi dengan Polisi Diraja Malaysia untuk upaya pembebasan terhadap kedua WNI tersebut. (ant/har)

comments