Salmon Sewang, Keliling Mamasa Bagikan Bibit Kopi

On Senin, September 24, 2018

MASALEMBO.COM

Salmon (kemeja putih) berkeliling Mamasa ajak warga tanam kopi (Frendy Cristian/masalembo.com)

MAMASA, MASALEMBO.COM - Upaya peningkatan perekonomian masyarakat desa di Kabupaten Mamasa terus digenjot pihak swasta melalui tanam kopi. Pihak swasta terus menyediakan bibit gratis yang dibagikan ke sejumlah warga desa yang berkeinginan bertani kopi.

Salmon Sewang, adalah salah satu pemuda asal Mamasa yang terus memfasilitasi petani kopi di daerah itu. Tak tanggung-tanggung, Salmon meyediakan 1 hektar lahan untuk pembibitan kopi bagi petani. Bibit yang sudah siap tanam lalu dibagikan kepada warga secara cuma-cuma.

Selain menyediakan bibit gratis, Salmon Sewang juga terus melakukan pendampingan hingga tanaman kopi berhasil, termasuk membekali petani cara bertanam yang baik.

“Saya termotivasi bagaimana mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui tanam kopi. Karena Mamasa adalah salah satu daerah pegunungan di Sulawesi Barat, sangat cocok untuk tanaman kopi," kata Salmon, Sabtu (22/9)

Bagi Salmon, selain upaya meningkatkan perekonomian masyarakat tani, bertani kopi juga diyakini bisa mendorong pembagunan di Kabupaten Mamasa, "Dapat menyumbang pendapatan asli daerah," katanya

Saat ini dirinya terus mengajak warga tani Mamasa, agar bisa bertani kopi dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur tanpa harus meramba hutan. Ini diyakini sebagai salah satu alternatif medorong peningkatan perekonominan masyarakat di pedesaan.

Salmon mengatakan, patani yang ia dampingi sejak tiga tahun lalu sudah ratusan orang, dan masyarakat yang betul- betul punya kemauan bertani kopi sudah berhasil.

Ditanya terkait kendala yang dihadapi dalam memotivasi masyarakat bertani kopi, Salmon menuturkan perjuangan dalam mengorganisir masyarakat untuk bertani kopi sangat sulit.

“Pada awal awalnya bibit yang dibagikan secara gratis ke mereka, tidak ditanam, hanya satu dua orang yang tanam, namun setelah melihat bibit yang ditanam berhasil barulah mereka sadar, dan datang untuk meminta bibit banyak-banyak. Saya terus mendampingi memberikan peyuluhan tanpa mengharapkan imbalan dari mereka, murni ingin melihat masyarakat di desa bisa maju seperti di daerah lain,” aku Salmon

Lewat usahanya itu, ia berharap, kedepan dapat menjadi salah satu  daerah penghasil kopi terbesar di Sulawesi Barat, bahkan Indonesia.


J. Bombong, salah satu petani di Kecamatan Sesena Padang mengungkapkan, bibit dan pendampingan yang diberikan Salmon cukup bermanfaat bagi petani khususnya petani kopi.

“Memang awal-awal beliau masuk di kampung-kampung membagi bibit gratis kami tidak percaya, namun setelah melihat bibit yang dibawahnya berhasil baru  kami sadar ternyata bibit itu luar bisa, dan banyak buah,” ujar Bombong. (frd/har)

comments