Seorang Anak di Mateng Mengaku Nyaris Diculik, Begini Kronologinya

On Selasa, September 18, 2018

MASALEMBO.COM

Korban percobaan penculikan di Tobadak Mamuju Tengah (Jamal Tanniewa/masalembo.com)

MATENG, MASALEMBO.COM -  Seorang pelajar SMP di Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) mengaku nyaris diculik dua orang pria tak dikenal sepulang sekolah, Selasa (18/9)

Dikonfirmasi di kediaman orangtuanya, pelajar berinisial A tersebut mengatakan berjalan kaki ke rumah di Jl. Trans Sulawesi, Benteng Kecamatan Tobadak. Ia lalu memotong jalur melalui jalan pintas. Namun saat melewati jalan sunyi ia dikagetkan dua pria dari arah belakang menggunakan motor dan hendak menangkapnya.

"Dia dari belakang, jadi saya tidak tau motor apa, tapi dua orang," jelas pelajar tersebut menunduk

Merasa kaget, dia lalu meronta sehingga celana, topi dan dasi seragam sekolah yang digunakan sobek karena pelaku berusaha menangkap dan menyeretnya ke semak. Karena berontak sambil berteriak meminta pertolongan akhirnya anak ketujuh dari sembilan bersaudara itu berhasil lolos.

Kepada wartawan, A menceritakan, kedua pria yang mencegatnya membawa seutas tali dan handuk yang berbau aneh. Beruntung tali maupun handuk tak sempat digunakan untuk menyekap dirinya.

"Saya sempat ditempeleng (ditampar) karena marah waktu saya mengamuk terus," jelas putra dari pasangan Ashar dan Sahawia ini.

Ibu korban, Sahawia mengaku kaget saat anaknya tiba di rumah dengan kondisi yang tak biasanya. Kejadian yang menimpa putranya itu membuatnya khawatir untuk menyekolahkan jika pelaku tak ditemukan.

"Yang jelas saya takut kalau begini nak, apalagi anak saya sendiri yang mengalami," jelasnya sambil menunjukkan pakaian putranya yang sobek.

Sementara kakak korban, Wahyuni, mengatakan, setiap hari ia menjemput adiknya pulang sekolah. Namun tak menyangka jika kali ini A pulang lebih awal dan terjadi hal yang tak diduganya.

"Biasanya saya jemput, tapi karena hari ini pulang agak cepat sehingga dia potong kompas karena jalan kaki," jelas Yuni.

Kejadian tersebut telah dilaporkan kepihak kepolisian Polsek setempat dan rencananya, pihak keluarga akan melaporkan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Korban sendiri mengaku masih syok dan trauma. (jml/har)

comments