1.330 Pengungsi Tercatat, BPBD Mateng Masih Buka Posko

On Selasa, Oktober 09, 2018

MASALEMBO.COM

Tampak Kepala BPBD Mateng Rahmat Syam di Posko pengungsi (Jamal Tanniewa/masalembo.com)

MATENG, MASALEMBO.COM - Pasca gempa dan gelombang tsunami di Sulawesi Tengah, Badan Penanggulangan Becana Dareah (BPBD) Mamuju Tengah membuka posko transit bagi pengungsi. Selama beroperasi, posko transit Mamuju Tengah mencatat 1.330 pengungsi singgah beristirahat dan ditampung sementara.

Kepala BPBD Mateng Rahmat Syam mengatakan, posko bencana yang didirikan di dua tempat, selain diikuti BPBD, tim dari Dinas Sosial, Kesehatan, PMII, Pramuka, TNI-Polri serta relawan juga turut ambil andil dalam pengoperasian posko bencana tersebut.

Rahmat mengatakan, sejak dibuka posko transit terus memberikan pelayanan gratis bagi pengungsi yang ingin beristirahat dalam perjalanan.   

Dikatakan, posko pengungsi ini berada di Benteng Desa Tobadak Kecamatan Tobadak dan di Polohu Desa Babana, Kecamatan Budong Budong.

Untuk posko Tobadak, kata Rahmat, tercatat 537 pengungsi singgah. Sedangkan posko Polohu tercatat 793 pengungsi. Namun, dari pantauan wartawan, saat ini jumlah  pengungsi sudah berangsur berkurang.

Menurut Kepala BPBD Mateng, posko di dua titik ini rencananya akan ditutup siang tadi, Senin (8/10) namun masih terdapat sejumlah warga Palu yang melintas dan beristirahat sehingga pelayanan kemanusiaan masih berlanjut.

"Siang tadi rencananya akan ditutup, tapi masih ada pengungsi yang lewat dan butuh pelayanan, sehingga masih tetap dibuka," jelasnya.

Rahmat Syam menambahkan, gempa bumi 7,4 SR yang berpusat di Palu Jumat (28/9) lalu, juga berdampak bagi warga Mateng. Setidaknya gempa bumi tersebut membuat panik warga hingga mengungsi ke gunung.

Rahmat berpesan, agar masyarakat memahami bahwa gempa tak dapat diprediksi namun warga dimanapun tetap perlu waspada tak hanya terhadap gempa dan tsunami tetapi bencana lainnya yang bisa saja terjadi. 

"Hingga saat tidak ada alat yang dapat memastikan akan terjadi gempa, sehingga kita tetap waspada tetapi jangan panik," jelas Ayah kandung Ketua Komisi I DPRD Mateng, Fatahuddin Algafiqhi ini.

Mengadapi musim hujan lanjutnya, BPBD berharap warga yang bermukim di daerah bantaran sungai, baik sungai Karama,Barakkang, Budong Budong Salubarana maupun Karossa, agar tetap waspada terhadap banjir yang bisa saja terjadi.

"Tetaplah waspada terhadap banjir," pesan Rahmat Syam. (jml/har)

comments