Buka Bimtek SLRT, Sekkab Mateng: Program Harus Menyentuh Permasalahan Sosial

On Selasa, Oktober 16, 2018

MASALEMBO.COM

Sekkan Mateng saat membuka bimtek SLRT (Jamal Tanniewa/masalembo.com)

MATENG, MASALEMBO.COM -  Bertempat di wisma Widyah Buah Kecamatan Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Mateng, H. Askary membuka secara resmi Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Pelayanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) tahun 2018. Kerja sama Dinas Sosial Kabupaten Mateng dengan Kementrian Sosial RI, Senin (15/10).

Dalam sambutanya, Sekkab Mateng H. Askary menyampaikan, SLRT ini adalah sebuah program yang harus dan wajib disinergikan, karna ini terkait dengan bagaimana meningkatkan dan mengurangi angka-angka kemiskinan.

"Sekarang ini RPJMN atau target nasional untuk mengurangi angka kemiskinan berkisar 7-9 persen ditahun 2019. Alhamdulillah Mamuju Tengah sekarang ini pada posisi 6 persen sementara angka pengangguran berkisar 3 persen, tetapi meskipun data menunjukkan target nasional kita dibawah, tetapi ini masih memberikan beban pada kita untuk menanganinya," kata Askary.


Askary katakan, permasalahan sosial adalah permasalahan yang sangat kompleks, kemiskinan adalah permasalahan diseluruh daerah dan permasalahan yang sangat kompleks memerlukan penanganan yang terintegrasi, karna instrumen penilaian dari kemiskinan itu bamyak faktornya salah satunya adalah infrastruktur.

"Tidak ada gunanya program yang kita buat dan dilaksanakan jika tidak bersinggungan langsung dengan pengurangan indikator-indikator makro sebuah daerah, misalnya angka-angka kemiskinan," ujarnya.

"Jika interpensi program kita tinggi, pelaksanaan kegiatan inovasi lanyanan kita banyak tetapi angka kemiskinan kita semakin hari semakin meningkat, ini tidak akan memberikan dampak yang baik dan penilaian terhadap penyelenggaraan pemerintahan, berarti tidak ada koneksitas anatara program dengan angka kemiskinan atau permasalahan yang kita hadapi," sambungnya.

Untuk itu lanjutnya, dengan dilaksanakannya bimtek SLRT ini, menjadi sebuah wadah untuk memperbaiki sistem dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). 

"Saya berharap dengan diadakannya Bimtek SLRT ini, kedepannya dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan, akselerasi pengembangan dan penumbuhan SLRT dan Puskesos sebagai tempat pengaduan layanan dan program perlindungan sosial, serta sebagai pusat pelaksanaan pelayanan dan rujukan terpadu baik di kabupaten maupun desa," ungkapnya.

Rencananya Bimtek berlangsung hingga Selasa (16/10). (jml/har)

comments