Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Polman Terendam Banjir

On Senin, Oktober 15, 2018

MASALEMBO.COM

Banjir melanda sejumlah wilayah di Polewali (Asrianto/masalembo.com)

POLMAN, MASALEMBO.COM - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (14/10) sore hingga malam mengakibatkan banjir di sejumlah titik. 

Seperti di Jalan R.A Kartini, lorong I dan lorong III Lingkungan Tanro Barat, Kelurahan Polewali. Ketinggian air mencapai 30 centimeter atau setinggi lutut orang dewasa. Bahkan, air masuk ke beberapa rumah penduduk.

Warga sekitar mengatakan, banjir memang kerap melanda wilayah ini sejak dibangunnya salah satu perumahan di wilayah tersebut. Diduga, banjir ini dipicu buruknya sistem drainase dan banyaknya sampah yang membuat saluran tersumbat.

"Kami harap pemerintah segera mencari solusinya, karena ini sidah lama pak," kata Sukma, warga sekitar. 

Banjir juga terjadi di lingkungan Mambulilling, Kelurahan Wattang, Kecamatan Polewali. Air masuk kedalam rumah warga. Ammang, salah satu warga yang rumahnya kebanjiran mengaku terpaksa menyelematkan barang elektorniknya ke tempat yang lebih tinggi. Ia mengaku, jika banjir belum surut terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.

"Sudah langganan banjir disini, baiknya ini saluran airnya ditambah, karena sudah tidak mampu menampung debit airnya. Kalau belum surut ini air, terpaksa mengungsi dulu ke rumah mertua," ujar Ammang.

Selain Mambulilling, banjir juga menggenangi pemukiman warga di Jalan Basiru belakang kantor Pos Polewali. Ketinggian air bahkan mencapai 50 centimeter. Untuk menghindari kerusakan, sejumlah warga terpaksa mengevakusi barang-barang miliknya ketempat yang lebih tinggi. Menurut warga, wilayah mereka telah menjadi langganan banjir.

"Saluran airnya yang tidak bagus ini pak. Kami selalu kebanjiran," kata Irfan, warga sekitar yang rumahnya ikut terendam.

Selain menggenanangi pemukiman, sejumlah ruas jalan juga terlihat tergenang air. Seperti di jalan Manunggal dekat kantor Bupati Polman. Sejumlah pengendara yang melintas terpaksa memutar arah untuk menghindari genangan air. Namun  ada pula pengendara yang nekat menerobos banjir. Tak jarang pengendara mendorong kendaraannya karena mogok di tengah jalan.

Umumnya banjir ini dipicu oleh buruknya sistem drainase dalam kota. Hal ini juga di perparah dengan perilaku buruk warga yang membuang sampah sembarangan sehingga menimbulkan saluran air menjadi tersumbat. Warga berharap, pemerintah melalui dinas terkait mencari solusi dengan cara memperbaiki drainase.

Kepala Bidang Cipta Karya dan Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum Polman, Dayan T Mandawari mengatakan, telah menganggarkan Rp 3,8 miliyar untuk perbaikan drainase.

"Kami sudah memasukkan dalam anggaran perubahan. Sementara menunggu keputusan dari provinsi dan pihak Kementerian. Kalau tidak terlaksana tahun ini, kami akan anggarkan kembali pada tahun 2019 mendatang," tuturnya saat di konfirmasi, Senin (15/10).

Dayan menambahkan, sejumlah drainase akan di perluas volumenya untuk mengatasi banjir. Perbaikan drainase tersebut akan di pusatkan di beberapa titik di kota Polewali. (ant/har)

comments