LMND Mamasa Kembali Serukan Ganti Haluan Ekonomi

On Jumat, Oktober 26, 2018

MASALEMBO.COM

Kader LMND Mamasa memulai aksi, Kamis (25/10) sore (Frendy Cristian/masalembo.com)

MAMASA, MASALEMBO.COM - Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Mamasa kembali melakukan aksi massa. Mereka meyerukan agar haluan ekonomi diganti dengan berasaskan UUD 1945. Aksi ini dilakukan puluhan kader LMND di simpang lima kota Mamasa, Kamis (25/10) sore.

Massa aksi LMND memandang kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini telah melenceng dari cita-cita kemerdekaan. Melencengnya cita-cita kemerdekaan ini ditunjukkan dengan haluan ekonomi Indonesia yang liberal dan kapitalistik serta orientasi pendidikan nasional yang mengarah pada keuntungan pribadi  dan semakin liberalis. Pemilu 2019 bagi LMND merupakan momentum tepat untuk menegakkan kembali apa yang menjadi cita-cita para pendiri republik, seperti yang tertuang dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945. 

Dalam peryataan sikap pada aksi seretak, Jumat sore kemarin. Para orator mengatakan, haluan ekonomi Indonesia harus diganti dari ekonomi liberal menjadi ekonomi yang berdasar pada Pasal 33 UUD 1945. Mereka meminta pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan dan energi dengan menghentikan impor secara bertahap, melakukan reforma agraria secara  luas, serta melakukan inovasi untuk mendukung peningkatan produktivitas dan juga perubahan paradigma pendidikan nasional yang berorientasi profit atau laba kearah pendidikan yang memanusiakan manusia serta dapat diakses oleh seluruh rakyat Indonesia dengan mewujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis.

"Ini adalah momen yang tepat untuk menyuarakan persoalan kebangsaan mengingat tahun ini adalah tahun politik," ujar Bobi, kordinator Aksi.

Selain itu pihaknya juga menyuarakan agar pendidikan di Kabupaten Mamasa segera dibenahi karena dinilai masih banyak sekolah-sekolah yang tidak layak pakai dan belum tersentuh oleh pemerintah daerah secara khusus serta perbaikan ekonomi rakyat seperti pasar tradisional yang tidak jelas yang membuat masyarakat Mamasa bingung untuk melakukan transaksi ekonomi. (frd/har)

comments