Pemkab Polman Gratiskan Sekolah Siswa Pengungsi Gempa Palu

On Minggu, Oktober 14, 2018

MASALEMBO.COM

Murid SD asal Palu kini sekolah di Polewali (Asrianto/masalembo.com)

POLMAN, MASALEMBO.COM - Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar, menggratiskan seluruh siswa pengungsi korban gempa Palu, Sulteng. 

Hal tersebut disampaikan Bupati Andi Ibrahim Masdar, Sabtu (13/10). AIM mengatakan, seluruh pengungsi yang ada di Polman tetap akan dibantu, dengan cara memberi bantuan logistik seperti makanan, susu, pakaian, dan kebutuhan lainnya, termasuk akses pendidikan.

"Kami berusaha bagaimana caranya anak tersebut masuk sekolah dan tidak putus untuk belajar. Karena kalau putus belajar, dia akan lupa pelajarannya. Pilih saja sekolah mana yang dia suka," tandasnya.

Seperti di Sekolah Dasar Negeri 026 Lantora, sebanyak enam siswa pengungi yang berasal dari Kota Palu. Sudah lebih dari sepekan, mereka telah bersekolah di tempat ini. Keenam siswa ini tersebar di beberapa kelas mulai dari kelas I, II, III, IV, dan V. 

Salah satu siswi, Nurul Nadila (11 tahun) yang duduk di bangku kelas V mengaku, sangat senang dapat bersekolah kembali. Siswi asal SD Inpres Kota Palu ini mengaku betah sekolah di sini karena mendapat banyak teman baru. Ia memngaku masih trauma dan takut jika suatu waktu akan kembali bersekolah di Palu.

"Saya senang karena banyak teman baru. Saya sudah tidak mau kembali ke Palu," kata siswi yang bercita-cita jadi dokter ini.

Sementara, Kepala SDN 026 Lantora, Hj. Fatriana mengatakan, pihak sekolah memberi fasilitas gratis berupa pakaian seragam, alat tulis, dan perlengkapan sekolah lainnya.

"Kami juga prihatin terhadap mereka. Makaknya kami bantu bagi siswa pengungsi yang terkena bencana. In juga perintah Bupati tetap menerima siswa pengungsi," terangnya, Sabtu (13/10).

Selain fasilitas gratis, siswa juga diberi trauma healing dan perlakuan khusus. Hal ini diharapkan untuk memulihakn kondisi psikis mereka. Secara psikologis, seluruh siswa pengungsi ini sudah mulai bisa beradaptasi dengan teman-teman barunya dan perlahan melupakan kejadian yang nyaris merenggut nyawanya. (ant/har)

comments