Pendidikan Tangguh Bencana di Sejumlah SMA di Mamuju Tengah

On Selasa, Oktober 23, 2018

MASALEMBO.COM

Tim TRC mulai berbagi pengetahuan mitagasi bencana (Jamal M Tanniewa/masalembo.com)

MATENG, MASALEMBO.COM - Bekerjasama Korem 142 Tatag, Dinas Kesehatan, Pramuka dan unsur terkait lainnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju Tengah akan memberikan pendidikan tangguh bencana bagi siswa SMA. 

Kepala BPBD Mateng Rahmat Syam, mengatakan, gagasan gugus tangguh bencana (Gustana) saat ini mulai berjalan.

Mengawali kegiatan Gustana, BPBD melibatkan lima belas anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) sebagai tim efektif di SMA Negeri 01 Topoyo, SMA Tobadak dan SMA Negeri 1 Budong Budong. 15 Tim efektif dari TRC yang diutusnya berbagi wilayah di tiga sekolah dikunjunginya, masing-masing tim sebanyak lima orang.     

Danru TRC BPBD Mateng Rizky Ilhamsyah mengatakan, kegiatan ini merupakan pra simulasi bencana yang akan dilaksanakan dalam bentuk perkemahan Gustana di lapangan Polohu Desa Babana Kecamatan Budong Budong. Tim efektik Gustana dianggap perlu menuntaskan hal terpenting sekaitan dengan kegiatan yang digagas Kepala BPBD Mateng ini.

Rizky menambahkan, tim mengawali observasi sekaligus menginventarisasi data sekolah sasaran serta pembuatan sketsa atau peta sekolah untuk menentukan titik jalur pemasangan rambu, jalur evakuasi dan penentuan lokasi simulasi kecil di sekitar sekolah sasaran. 

"Kegiatan awal sudah berjalan sejak jumat (19/10) di SMA Tobadak, hari ini (Sabtu, red) SMA 01 Topoyo dan senin akan dilaksakan di SMA Budong Budong," jelasnya     

Dijelaskan pula, usai kegiatan teknis timnya juga memberikan materi tentang bencana kepada siswa di 5 lima kelas, selanjutnya simulasi kecil dengan jenis ancaman banjir. Tim juga berbagi pengetahuan tentang uji sirine, evakuasi mandiri, penggunaan jalur evakuasi dan titik Kumpul. 

Rezky bersyukur atas antusias guru dan siswa, menurutnya kegiatan Gustana di sekolah disambut gembira sehingga tanggung jawab dalam memberi pengetahuan tangguh bencana berjalan lancar. 

"Dengan tuntasnya kegiatan di sekolah, sedini mungkin dapat meminimalisir dampak bencana yang terjadi, baik itu di sekolah maupun lingkungan keluarga masing-masing," kata Rizky.

Usai kegiatan pra simulasi di tiga SMA hingga senin (22/10), rencananya puncak Gustana akan berlangsung 26 hingga 28 oktober mendatang. (jml/har)

comments