Seorang Pengungsi Gempa Sulteng Melahirkan Bayi Kembar Tiga

On Rabu, Oktober 31, 2018

MASALEMBO.COM

Bayi kembar tiga di kaca inkubator RSUD Polewali (Asrianto/masalembo.com)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Seorang pengungsi korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah, melahirkan anak kembar tiga di RSUD Polewali Mandar, Jumat (26/10) lalu. Bayi kembar tiga ini lahir dari pasangan Rudi Hamas dan Nur Aliah. Mereka merupakan warga Tikke,  Kabupaten Pasangkayu. Mereka terpaksa mengungsi ke Pambusuang, Polewali Mandar, lantaran rumahnya rusak terkena dampak gempa 28 September lalu.

Awalnya, ia memeriksakan kandungannya ke Puskesmas Pambusuang namun dirujuk oleh bidan setempat ke RSUD Polewali. Selama di rumah sakit, mereka sempat merasa bingung lantaran tidak memiliki biaya untuk membayar persalinan dan perawatan yang jumlahnya mencapai Rp20 juta.

“Saya dimintai BPJS tapi saya tidak punya karena tidak sempat bawa berkas saat kejadian gempa. Petugas rumah sakit meminta saya untuk mengurus jaminan dengan mengambil surat keterangan dari Dinas Kesehatan Pasangkayu," tutur Rudi Hamas saat ditemui di RSUD Polewali, Rabu (31/10).

Dokter Boko, yang menangani perawatan bayi kembar tiga ini mengatakan, kondisi bayi tersebut semuanya sehat dan mulai membaik. Awalnya ketiganya dimasukkan kedalam inkubator karena dapat menyebabkan hipotermia sebab berat badan bayi kurang dari 2,5 kg. Ketiga bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan berat masing-masing 2,2 kg, 2 kg dan 1,8 kg.

"Kondisinya semakin membaik. Sudah dikeluarkan dari inkubator, namun belum bisa keluar karena masih butuh penanganan untuk perawatannya. Nanti kalau bayinya sudah bisa menyusui, sudah bisa dipulangkan," ujar dokter Boko, Rabu.

Sementara, pihak RSUD Polewali Mandar, membantah jika membebani biaya persalinan hingga Rp20 juta kepada salah satu warga terdampak gempa dan tsunami yang melanda Palu-Donggala, Sulawesi Tengah.

Kepala Tata Usaha RSUD Polewali Mandar, Andi Hibsullah menjelaskan bahwa, biaya persalinan pasien akan ditangani pihak Dinas Kesehatan Pasangkayu, karena pasien merupakan warga Pasangkayu dan kebetulan salah satu korban terdampak gempa dan tsunami.

“Jadi yang sebenarnya, biaya persalinan akan dikoordinasikan ke Dinas Kesehatan Mamuju Utara (Pasangkayu) lantaran pasien memang berasal dari daerah tersebut, rincian pembayaran memang tetap kita buat, nantinya diklaim jaminan kesehatan yang berlaku di daerah tersebut," ujar Andi Hazbullah, yang ditemui di ruang kerjanya.

Lebih lanjut mantan Kepala Puskesmas Tinambung ini menjelaskan, pihak RSUD Polewali Mandar telah berkomitmen untuk memberikan keringatan kepada warga korban gempa-tsunami yang menjalani perawatan di RSUD Polewali Mandar “Jadi berdasarkan hasil pertemuan, disepakati untuk memberikan kemudahan dan keringanan dalam hal pelayanan maupun biaya bagi setiap korban gempa dan tsunami yang jalani perawatan di rumah sakit," pungkas Hizbullah.

Kini pasien tersebut masih berada di ruang perawatan Nipas Sakura RSUD Polman. Mereka kini semakin bingung karena sudah mulai kehabisan biaya untuk kebutuhan sehari-hari. Selama ini, ia hanya berharap belas kasih dari pengunjung dan pasien lainnya. Ia berhapara ada dermawan yang mau membantunya. (ant/har)

comments