Sungai Desa Mammi Meluap Ganggu Aktivitas Warga Polewali

On Jumat, Oktober 26, 2018

MASALEMBO.COM

POLMAN, MASALEMBO.COM - Hujan deras yang mengguyur kota Polewali Mandar, Sulbar, Kamis malam (25/10/2018) mengakibatkan sungai Desa Mammi, Kecamatan Binuang, meluap dan mengakibatkan jalan utama  di desa ini, tergenang Banjir. 

Banjir ini sangat mengaganggu aktivitas warga, karena jalan ini merupakan satu-satunya jalur penghubung Desa Mammi menuju Kota Polewali. 

Kepala Desa Mammi, Sulaiman mengatakan,  kondisi banjir ini sangat meresahkan masyarakat. Akibatnya sejumlah persawahan, tambak, dan rumah penduduk ikut terendam. Ini karena akibat  jembatan dan sungai sudah tidak mampu menampung debit air yang meluap.

"Banyak tumpukan sampah, sehingga air sulit mengalir dan justru mengalir ke wilayah pemukiman warga," jelas Sulaiman.

Menurut Sulaiman, ada sekitar 10 KK rumah warganya yang terendam banjir. Ia berharap kepada dinas terkait agar mencari solusi untuk mengatasi banjir ini.

"Kalau bisa jembatannya diganti dan ditinggikan lagi, karena kalau hujan pasti banyak sampah yang tertahan karena tersangkut dibawah jembatan," jelasnya.

Pantauan di lokasi, Jumat pagi (26/10/2018)  warga Desa Mammi dipimpin oleh Kepala desanya melakukan kerja bakti membersihkan sungai dan jembatan yang tersumbat akibat tumpukan sampah. Warga mengangkat sampah yang tersangkut dibawah kolong jembatan.

Langkah ini didukung dan direspon cepat oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Balitbanreng, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pekerjaan Umum. Secara bersama-sama mereka memantau banjir yang terjadi wilayah ini. 

Sejumlah petugas kebersihan dari Badan Lingkungan Hidup, didatangkan untuk mengangkut sampah yang telah diangkat dari deasar sungai. Sampah kemudian diangkut menggunakan mobil truk pengangkut sampah menuju tempat pembuangan akhir.

Kepala Badan Penelitian dan Pembangunan Perencanaan Pembangunan Polman, Darwin Badaruddin mengatakan, penanganan ini harus secara menyeluruh. Yang pertama tentu kita harus merubah sikap dan perilaku masyarakat yang sering membuang sampah sembarang terutama di badan sungai. 

"Saya himbau jangan membuang sampah sembarang di badan sungai. Itu yang harus dicegah pertama, karena bagaimana pun infrastruktur itu dibangun, kalau tidak upaya dan perilaku masyarakat untuk memelihara dan sadar terhadap kondisi ini, saya kira masalah ini tidak bisa terselesaikan," jelasnya.

Kedua menurut Darwin, berdasarkan pengamatan kondisi di wilayah yang ada saat ini, memang kondisi jembatan ini itu agak sedikit agak rendah, sehingga air yang jaraknya dengan dasar sungai ini yang jaraknya hanya sekitar satu meter.

"Jembatan ini harus diganti dengan cara  mengangkat tingginya keatas agar air bisa lancar mengalir," katanya. 

Darwin menambahkan, banjir tidak hanya merendam pemukiman, tapi juga merugikan petani tambak disini karena tambak mereka terendam. 

Pihaknya akan melakukan perbaikan dan penataan drainase yang kecil sebagai pendukung dari pemukiman warga. Yang paling penting adalah bagaimana cara melakukan penanganan bagaimana kondisi di wilayah ini bisa teratasi akan bisa membantu memperlancar arus atau aliran air dari hulu ke muara.

 "Intinya, perencanaan ini harus dimulai dari bawah, sehingga bisa terakomodir ke tingkat yang lebih tinggi. Saya kira itu solusi yang harus dilakukan untuk penanganan banjir ini," terang Darwin.

Ia berharap, penanganan ini bisa terealisasi secepatnya karena ini adalah kejadian yang telah berulang terjadi. 

"Kami akan terus memantau beberapa titik yang rawan banjir dan disamping itu kami juga harapkan laporan dari masyarakat" tutupnya. (ant/har)

comments