Tercecer, Barang Milik Jemaah Haji Polman Ditemukan di Rumah Warga

On Minggu, Oktober 14, 2018

MASALEMBO.COM

Barang jemaah haji ditemukan tercecer (Asrianto/masalembo.com)

POLMAN, MASALEMBO.COM - Sejumlah barang bawaan jemaah haji asal Polewali Mandar (Polman) Sulbar, ditemukan tercecer di salah satu rumah warga, Minggu (14/10). Awalnya, pemilik rumah curiga dan melapor ke polisi. Namun usai diperiksa, ternyata barang tersebut merupakan milik jemaah haji asal Polman yang telah tercecer selama hampir lebih dari satu bulan.

Bhabinkantibmas Kelurahan Darma, Brigpol Muhlis menuturkan, awalnya barang tersebut diantar oleh salah seorang yang mengendarai mobil ekspedisi pick up pada Selasa (9/10), sekitar pukul 16:00 Wita. Barang tersebut kemudian dititip kepada warga bernama Sulaiman di Lingkungan Dara, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali. 

Pihak ekspedisi yang mengantar barang ini terpaksa menitipkan barang tersebut dengan alasan hendak menuju ke Kabupaten Mamasa untuk mengantar barang lainnya. Janjinya hanya satu hari, sepulang dari Mamasa ia akan mengambil barang tersebut.

Namun empat hari, barang tersebut belum juga diambil oleh mobil ekspedisi. Warga yang curiga dengan isi barang kemudian melapor ke polisi.

Dalam paket tersebut, tertera 5 nama pemilik barang. Kelima warga pemilik barang yakni Syamsuddin, alamat Desa Makombong Kecamatan Matakali, Amiruddin (Wakil Ketua DPRD Kab.Polman ), alamat Desa Patampanua Kecamatan Matakali, Serka Zainuddin (anggota Kodim 1402 / Polmas), alamat Kelurahan Madatte Kecamatan Polewali, Nahdah Nur, alamat Desa Silopo Kecamatan Binuang, Ahdal, alamat Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali.

Bhabinkantibmas kemudian menghubungi nomor telepon yang tercantum pada alamat tersebut. Tidak berselang lama, pemilik barang pun satu persatu datang mengecek miliknya.

Untuk meyakinkan polisi, pemilik barang memeriksa dan membongkar isi kiriman. Satu persatu karung dibuka yang berisi karpet, dupa, sajadah, diketahui merupakan sebagai buah tangan alias oleh-oleh. Setelah diperiksa, barang tersebut masih lengkap dan utuh.

"Setelah kami periksa, semuanya lengkap dan tidak ada barang yang mencurigakan," tutur Muhlis.

Salah satu pemilik barang, Amiruddin menjelaskan, barang tersebut merupakan oleh-oleh. Ia bersama jemaah lainnya terpaksa mengirim barang itu melalui cargo karena sebelumnya barang bawaanya telah melebihi batas atau over bagasi.

"Sebelum kami pulang, barang ini telah kami kargokan terlebih dahulu. Menurut pemilik kargo, katanya barang akan tiba paling lambat 25 hari. Tapi ini sudah lebih dari satu bulan baru tiba, itupun nyasar," tutur Wakil Ketua DPRD Polman ini.

Amiruddin mengaku sangat kecewa terhadap pelayanan cargo yang tidak bertanggung jawab. Selama ini, ia hendak menanyakan barangnya, namun ia bingung karena nomor telepon pemilik jasa cargo yang tertera dalam surat pengiriman tersebut tidak dapat dihubungi.

"Baiknya ekspedisinya menelpon kami, karena disitu kan sudah ada alamat lengkap dan nomor telepon pemilik barang,"kesalnya.

Meski barangnya sempat salah alamat, namun ia bersyukur karena seluruh barangnya masih tetap utuh. (ant/har)

comments