Upaya Minimalisir Resiko Bencana, 815 Orang Ikuti Gustana di Mateng

On Jumat, Oktober 26, 2018

MASALEMBO.COM

Wakil Bupati Amin Jasa saat mendatangi lokasi perkemahan Gustana di Polohu Mateng (Jamal/masalembo.com)

MATENG, MASALEMB.COM -  Pendidikan dan latihan bersama penanggulangan bencana adalah hal penting guna meminimalisir korban resiko bencana alam. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Mamuju Tengah (Mateng) H Muh Amin Jasa pada sambutannya saat membuka simulasi bencana alam di lapangan Polohu, Desa Babana, Kecamatan Budong Budong, Jumat (26/10). 

Wabup berharap, peserta pramuka dari siswa berbagai Sekolah Menegah Atas (SMA) dapat mengikuti pelatihan yang silenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mateng bersama Korem 142 Tatag.

"Saya berharap kepada anak-anakku, peserta pramuka dapat mengikuti pelatihan ini sebaik-baiknya," pinta Amin Jasa.

Pelatihan dan simulasi, bertujuan untuk memberi pengetahuan dan meningkatkan kewaspasdaan tentang bahaya bencana alam. Selain itu, juga memberi manfaat, pengalaman serta pengetahuan tentang evakuasi dan mengenali titik rawan bencana di Bumi Lalla Tassisara.

Apreseasi juga disampaikan H Amin Jasa kepada BPBD, Korem 142 Tatag dan seluruh dinas terkait atas terselenggaranya kegiatan yang sebelumnya melalui proses pembekalan di setiap sekolah. 

"Saya berharap kegiatan ini dapat dikembangkan, simulasi penanggulangan bencana dapat berlangsung enam bulan sekali," harap Amin

Hal serupa disampaikan Kasrem 142 Tatag Letkol Arhanud Muh. Imran. Menurutnya, latihan penanggulangan bencana sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup sebab tak dapat dipungkiri, Indonesia secara umum berada pada titik rawan termasuk bencana gempa bumi dan tsunami. 

Pembekalan dalam bentuk perkemahan, lanjutnya, bertujuan untuk meminimalisir korban saat terjadi bencana.

"Pelatihan ini mengajarkan, mengedukasi kepada kita, bagaimana menanggulangi saat terjadi bencana alam. Sebab tak dapat dihindari pulau Sulawesi pada lingkaran titik gempa," jelas Letkol Arh Imran.

Ditegaskan pula, latihan bertujuan untuk menjadikan masyarakat Mateng menjadi tangguh bencana, sebab seluruh peserta tentu sudah mengetahui apa yang dilakukan saat terjadi bencana, karena sudah memliki bekal saat bencana terjadi.

Terpisah, Dandim 1418 Mamuju Letkol Inf. Jamet Nijo mengatakan, kegiatan BPBD Mateng melibatkan berbagai unsur terkait termasuk TNI se Provinsi Sulbar, seluruh peserta terbagi dari empat kelompok bencana yakni gempa bumi, tsunami, banjir dan longsor dan akan mendapat pembekalan tersendiri.

"Semoga hal ini bermanfaat bagi masyarakat dan kegiatan ini dapat berjalan lancar sesuai sop yang telah dibuat pihak BPBD Mateng dan Kodim, sehingga tidak ada lagi berita hoaks terkait bencana," kata Dandim saat dikonfirmasi.   

Pelatihan dan simulasi Gugus Tangguh Bencana ini dibuka ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Wabup Mateng kepada unsur TRC BPBD diwakili Syawaluddin, Danramil Budong Budong Kapten Muhtar dan Unsur Pramuka, selanjutnya pengecekan peserta, fasilitas dan alat oleh H Amin Jasa bersama Kasrem unsur pimpinan opd terkait. 
  
Berdasarkan data yang dihimpun, Simulasi dalam bentuk perkemahan selama tiga hari ini melibatkan 185 personil unsur TNI, Dinas Sosial 40, Dinkes 25, Dinas Trantib dan Damkar 40 dan BPBD sebanyak 60, serta Pramuka 350 peserta. (jml/har)

comments