Warga Banawa Selatan Masih Memilih Tinggal di Pengungsian

On Selasa, Oktober 09, 2018

MASALEMBO.COM

Warga masih memilih tinggal di pengungsian (Asrianto/masalembo.com)

PALU, MASALEMBO.COM - Sepuluh hari pasca gempa dahsyat yang mengguncang pada Jumat lalu, ratusan warga dari desa Tosale, Wawotu, dan Lalombi, kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, masih tetap bertahan di atas gunung. 

Akibat trauma, mereka masih bertahan di tenda darurat yang mereka dirikan,dalam kondisi yang memprihatinkan dengan hanya beralaskan tikar dan alas seadanya. Di tempat ini sekitar 600 KK dari tiga desa tersebut mengungsi diatas hlginung di sepanajang jalur trasn sulawesi tengah. Para oengungsi di dominasi oleh anak-anak dan manula.

Menurut pengungsi mereka akan tetap bertahan hingga kondisi betul-betul sudah dirasakan aman. Samsia, salah satu pengungsi mengaku masih takut untuk kembali kerumahnya karena gempa masih terjadi.

"Kami masih takut kembali kerumah karena masih bagoyang kuat dang," ujar dengan logat bahasa Donggala yang khas.

Kondisi pengungsi juga sudah mulai kekurangan makanan. Warga berharap pemerintah segera memberikan bantuan, sebab hingga saat ini  bantuan logistik belum menyentuh wilayah mereka, padahal jarak dari ibukota kabupaten hanya sekitar 35 KM. 

Warga berharap, ada semacam bimbingan trauma healing untuk memulihkan kondisi psikis mereka pasca dilanda gempa dan tsunami. (ant/har)

comments