Bebas dari Tsunami, Warga Mamasa Perlu Wapadai Hal Ini Ketika Gempa

On Sabtu, November 03, 2018

MASALEMBO.COM

Tangkap layar gempa app BMKG (ist)

MAMASA, MASALEMBO.COM - Gempa bumi melanda wilayah Kabupaten Mamasa, Sulbar, Sabtu pagi (3/11) sekra pukul 10:30 Wita. 

Sejumlah warga Mamasa ikut merasakan guncangan gempa tersebut. Beberapa warga terlihat lari berhamburan keluar rumah, bahkan mengunggahnya ke media sosial. 

"Terasa goyang, saya kira tadi saya yang pusing, ternyata gempa," tutur Victor, saat dikonfirmasi.

Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Majene merilis, gempa dengan skala 4.7 SR ini terjadi di posisi 2.88 LS-119.42 BT, 11 km  Timur Laut Mamasa pada kedalaman  10 KM.

"Tapi tidak berpotensi tsunami karena wilayah Mamasa adalah pegunungan," kata Dedi, pegawai BMKG Majene.

Dedi mengatakan, meski bebas dari tsunami namun warga Mamasa perlu tebing yang mudah longsor karena struktur tanah yang labil. Ia mengimbau masyarakat agar segera keluar dari gedung jika terjadi gempa. 

"Upayakan lari keluar gedung. Tidak perlu panik," pesannya.

Pasca gempa dengan skala 7,4 SR yang mengguncang wilayah Palu, Sigi, dan Donggala pada 28 September lalu, beberapa gempa susulan memamg sering terjadi. Untuk wilayah Mamasa, gempa dengan skala kecil sudah dua kali dirasakan warga.

Selain di Mamasa, gempa juga dirasakan oleh warga di Kabupaten Polewali Mandar. Mereka merasakan gempa selama kurang lebih 20 detik ini. 

"Saya rasa juga, tetangga juga bilang gempa," kata Ica, warga jalan Cumicumi, Polewali. (ant/har)

comments