Gempa Susulan Kerap Terasa, Ribuan Warga Mamasa Mengungsi

On Kamis, November 08, 2018

MASALEMBO.COM

Warga mengungsi mencari tempat-tempat terbuka seperti lapangan. Mereka mendirikan tenda seperti gambar ini (Foto: Frendy Cristian/masalembo.com)

MAMASA, MASALEMBO.COM - Gempa bumi berturut-turut mengguncang Mamasa, Provinsi Sulbar sejak Minggu (4/11) lalu. Guncangan terakhir dirasakan warga cukup keras pada Rabu (7/11) petang kemarin. Gempa susulan ini berkekuatan 5,2 Skala Richter.

Saat gempa, sejumlah warga di Tamalantik, Kecamatan Tandukkalua berhamburan keluar rumah. Tampak ibu-ibu histeris menggendong anaknya berlarian ke jalan.

Salah seorang warga, Demianus, mengatakan, saat gempa kembali terjadi ia dengan warga lainya sontak berhamburan karena takut akan dampak gempa, termasuk reruntuhan bangunan.

Sementara, pantauan dan informasi yang dihimpun media ini, sejak gempa utama Minggu (4/11) hingga saat ini, ribuan warga kota Mamasa dilaporkan mengungsi ke sejumlah tempat, seperti ke Kecamatan Sumarorong bahkan ke Kabupaten Polewali Mandar. Mereka mengungsi lantaran takut dan mencari tempat yang lebih aman.

Ketakutan warga juga diperparah dengan maraknya informasi hoaks beredar di masyarakat. Diantaranya informasi bohong adanya ancaman likuifaksi seperti yang terjadi di Palu, juga informasi hoaks letusan gunung.

Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Sulbar yang berpusat di Majene, telah mengeluarkan himbauan agar tidak mempercayai informasi-informasi yang tak berdasar tersebut. 

Prakirawan BMKG Majene, Arman kepada sejumlah awak media di Majene, Selasa (6/11) mengatakan, bahwa hal tersebut tidak benar dan pihak BMKG belum pernah merilis hasil kajian terkait hal itu.

"Kami berharap masyarakat tidak mudah percaya dengan isu-isu yang muncul di tengah masyarakat (tidak jelas sumbernya, red), apalagi sampai memprediksi waktu dan tempat, karena sampai sekarang gempa tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi. Mengenai rongga bawah tanah tidak benar adanya, belum ada kajian tentang itu," ungkap Arman

Kendati demikian, Arman menghimbau masyarakat, khususnya warga Mamasa untuk tetap waspada dikarenakan potensi gempa susulan kemungkinan masih akan terjadi. Diharapkan berada di tanah yang lapang menjauhi bangunan yang tinggi, baik itu bangunan yang sudah rusak, pohon-pohon yang tinggi dan juga tiang listrik. (frd/har)

comments