Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kejari Mamuju Salurkan Bantuan Ke Muliadi

On Kamis, November 29, 2018

MASALEMBO.COM

Kepala Kejaksaan Mamuju didampingi istri menyerahkan bantuan (Awal/masalembo.coom)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kejaksaan Negeri (Kajari) Mamuju kembali turun menyambangi kediaman Muliadi, warga kurang mampu yang tinggal di Jl. Ir Juanda Kelurahan, Mamunyu. Kabupaten Mamuju, Kamis (29/11).

Kajari Mamuju Andi Muhammad Hamka, SH didampingi istri Andi Wahyuni Nur langsung memberikan dan juga bersama ibu-ibu Adhyaksa Dharmakarini memberikan bantuan sembako kepada keluarga Muliadi.


Andi Muhammad Hamka mengatakan kegiatan ini rutin ia laksanakan sebagai bakti sosial Ikatan Adhyaksa Darmakarini Kejaksaan Negeri Mamuju untuk mengunjungi warga yang kurang mampu.


"Kenapa sasaran kita hari ini kepada keluarga Muliadi karena kita tahu sangat memperhatikan kehidupannya pasca terkena musibah tersengat tegangan tinggi sehingga kedua tangannya harus diamputasi," ujar Hamka saat memberikan bantuan.



Kepala Kejaksaan Negeri Mamuju, Ketua Osama dan Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini menyerahkan bantuan (Awal/masalembo.com)

Ia juga berharap kegiatan yang dilakukan Ikatan Adhyaksa Darmakarini Kejari Mamuju ini dapat membantu warga kurang mampu.

"Kita berharap apa yang kita lakukan ini dapat menggugah hatinya baik dari swasta maupun dari instansi Pemkab dan Pemprov Sulbar untuk turut andil membantu  warga yang kurang mampu," harapnya.


Lanjut Hamka, bakti sosial yang rutin digelar juga bekerjasama dengan Komunitas Sahabat Madani (Osama) Sulbar yang dipimpin Basri A Muin.


Sementara Muliadi berharap dengan bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarganya.


"Kami bersyukur atas bantuan yang diberikan kepada kami," ujarnya.


Diketahui, pasca Muliadi tersengat tegangan listrik yang membuat tangan harus diamputasi, kini istrinya Jumiati menjadi tulang punggung untuk menafkahi keluarga dan tujuh anaknya yang masih kecil.


Untuk memenuhi kebutuhan ia bekerja sebagai buruh cuci dengan upah Rp 30 ribu. Itupun terkadang dalam sehari tak ada yang memanggil untuk mencuci. (adv/awl)


comments