Panitia Seleksi Pendamping Lansia Kemensos: Server Kami Sempat "Trouble"

On Jumat, November 23, 2018

MASALEMBO.COM

Informasi rekrutmen pendamping sosial lanjut usia Kemensos (inet)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Kementerian Sosial RI menyampaikan tanggapan atas adanya keluhan dan protes pendaftar rekrutmen program pendampingan sosial lanjut usia (lansia) yang dilakukan secara online oleh Kemensos RI.

Pihak panitia dari Dirjen Rehabilitasi Sosial Syarifudin Kamal mengatakan, kasus yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia termasuk di Sulbar disebabkan oleh terjadinya trouble di server panitia. Hal ini menyebabkan sejumlah pendaftar mendapat konfirmasi lulus berkas namun sesungguhnya tidak lulus dan terpaksa tidak dapat mengikuti ujian yang digelar hari ini, Jumat (23/11).

"Jadi begini, sebenarnya kemarin kita (akun) sempat trouble, setelah itu terjadi kita menunggu baik dari dinas sosial juga dari teman-teman yang mendaftar, ada yang menelpon ke saya dan kita mencoba menunggu, kita coba tetap akomodir bagi yang sempat mengirim informasi," kata Syarifuddin, Jumat malam via telpon.

Namun untuk kasus yang dialami Tajriani Thalib dari Sulbar kata Syarifuddin, tidak sempat terkonfirmasi sehingga tidak mendapat lagi kesempatan untuk melanjutkan tes. "Jadinya karena ada deadline waktu maka sudah tak dapat lagi terakomodir," ucapnya

Syarifuddin menjelaskan bahwa pelaksanaan tes seleksi dilakukan bukan oleh Kementerian Sosial akan tetapi dipihak ketiga kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Pelaksanaan tesnya berlangsung di 34 provinsi seluruh Indonesia.

Sebelumnya masalah ini diungkap oleh salah seorang pendaftar asal Kabupaten Polewali Mandar Tajriani Thalib melalui akun facebooknya. Melalui postingan di media sosial, Tajriani menceritakan kronologi yang dia alami. Ia mengaku jauh-jauh datang ke Mamuju dari Tinambung Polman karena mendapat pemberitahuan lulus berkas dan berhak mengikuti ujian di Kantor Dinas Sosial Sulbar namun faktanya sampai di Mamuju ia tak dapat mengikuti tes seleksi. 

Berikut postingan Tajriani Thalib, Jumat (23/11). Postingan ini dikonfirmasi masalembo.com ke pemilik akun (Tajriani Thalib).

Pada tanggal 19 November, saya sengaja menunggu hingga jam 1 malam pengumuman lolos berkas dari pendaftaran pendamping lansia yang diadakan oleh kementrian sosial. Setelah log in ke akun dan dapat informasi kalau lolos berkas, saya langsung cetak kartu ujiannya. Di kartu ujian tidak ada kontak yang bisa dihubungi, juga tidak ada waktu pelaksanaan ujian, hanya ada alamat dinas sosial setempat yang akan jadi lokasi tes tulis.

Jadi pada tanggal 22 November, pagi-pagi saya berangkat ke Mamuju. Sengaja pagi-pagi agar sempat ke Dinas Sosial untuk memastikan jadwal ujian. Saya tiba di Mamuju sekitar jam 3 lewat, istirahat sebentar lalu jam 4 saya ke dinas sosial untuk memastikan lokasi dan jadwal tes besok pagi, saya juga menunjukkan kartu ujian yang sudah saya printout. Dari dinas sosial saya diinformasikan bahwa lokasi tes.nya di kantor gubernur lantai 2, "datang saja sekitar jam 8. Bisa juga kesini dulu baru nanti sama-sama ke kantor gubernur" begitu katanya. 

Hari ini tgl 23 Nov, pagi-pagi saya ke dinas sosial ternyata tim penyelenggara tes sudah berangkat ke kantor gubernur. Pegawai di dinas sosial yg saya temui mengatakan ke lantai 2 saja. Setibanya di kantor gubernur, saya berkali-kali  bertanya ke beberapa petugas di kantor gubernur, tapi tidak ada yang tahu pasti ruangan tesnya dimana. Saya cukup lama menunggu di lantai 2, lalu saya coba ke lantai 3, dan melihat ada ruangan yang ada beberapa orang mengenakan pakaian Hitam-Putih, ternyata di lantai 3 tempat tes nya dan peserta tes yang lain sudah mulai mengerjakan soal. 

Saya menunjukkan kartu tes tapi di absen nama saya tidak ada dan kata penyelenggara tes, saya tidak bisa ikut ujian. "Seharusnya konfirmasi dulu ke dinas sosial" begitu katanya. "Tapi di kartu ujian tidak tertulis harus konfirmasi dulu, andaikan ada instruksi begitu, dua hari sebelum tes saya berangkat dari 
Pol-Man untuk konfirmasi, bahkan di kartu ujian tidak ada kontak yang bisa dihubungi, lagipula kemarin sore saya ke dinas sosial, menunjukkan kartu ujian dan  diminta hadir pagi ini ikut  tes", tapi tetap saja tidak bisa. Penyelenggara tes hanya meminta maaf. 

Saya gagal ikut tes.

Colek yang ternyata hari ini mengalami hal serupa Rismayanti Darwis.






comments