Persembahan Medali untuk Merah Putih, Bonus dari Sulbar Batal

On Senin, November 19, 2018

MASALEMBO.COM

Ramla Baharuddin (foto: Ramla Baharuddin/facebook)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Sukses mengharumkan nama bangsa di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang lalu, Ramla Baharuddin kembali berhasil membelah tim merah putih di negeri Tirai Bambu Cina. Tak tanggung, putri kelahiran Desa Bambu, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulbar ini sukses mempersembahkan enam medali untuk kontingen Indonesia.

Ramla seperti diketahui adalah atlet dayung bertalenta jebolan LPMP Sulbar. Ia dan kawan-kawannya saat ini tengah berlaga di even The 13th Asian Dragon Boat Championship yang helat di Guangdong Cina.

Dihubungi via massanger, Sabtu (17/11), gadis berusia 19 tahun ini mengatakan, telah berhasil menyabet dua medali emas di event internasional tersebut.

"Iya kak, dua emas, dua perak untuk sementara," kata dia, Sabtu malam.

Informasi terakhir, Ramla dan rekan-rekannya berhasul menambah 1 medali emas dan 1 perak untuk kontingen merah putih. Keterangan itu diketahui dari akun facebook milik putri Sulbar yang akrab disapa La'la ini.

Bonus dari Pemprov Sulbar Belum Jelas

Meski namanya begitu bersinar, mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional dan tentu membawa citra positif untuk daerah kelahirannya, Sulawesi Barat. Namun hingga kini apresiasi Pemerintah Provinsi Sulbar belum terlihat untuk Ramla. Memang, Pemprov telah menjanjikan hadiah Rp100 juta tetapi sayang untuk tahun ini dipastikan janji itu batal.

Keterangan soal itu disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulbar Muh. Hamzih, belum lama ini.

"Jadi, bonus yang kita janjikan kepada Ramla, atlet peraih medali perak pada Asian Games 2018 yang dilaksanakan di Jakarta-Palembang beberapa bulan lalu, batal dibayarkan, dan kita akan anggarkan ulang pada tahun depan, ” kata Hamsih, seperti dinukil porossulbar.com.

Sementara, sumber masalembo.com di Dinas Pemuda Olahraga Pemprov Sulbar menjelaskan, batalnya pemberian bonus ke Ramla ini dipicu oleh ditolaknya usulan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Kan bonus itu diusulkan di APBD P, tapi karena ditolak Kemendagri maka sudah pasti batal," katanya.

Menurut sumber, ditolaknya RAPBD Perubahan Provinsi Sulbar oleh Kemendagri ini, akibat dari disharmoni antara pemerintah dan pihak legislatif. "Jadi bukan dibatalkan ya tapi batal, tahun depan kita akan usul kembali tapi iya kita tidak bisa menjamin, karena beginilah sekarang," kata sumber menolak namanya ditulis. 

Ramla sendiri mengaku kecewa atas janji Pemprov Sulbar yang batal terealisasi itu. Meski demikian, ia tak mau banyak pikir dengan batal-tidaknya pemberian bonus oleh Pemprov Sulbar. Bagi Ramla, dibatalkannya pemberian bonus itu tidak akan mempengaruhi semangatnya untuk meraih prestasi. 

"Jangan mi kalau Sulbar kak, kasihan dia kak," kata mahasiswa STKIP Bandung ini.

Selain Pemprov Sulbar, Pemkab Mamuju lebih awal menaruh perhatian atas kesuksesan Ramla Baharuddin. Bupati Mamuju H. Habsi Wahid telah mengganjar pedayung Indonesia ini dengan uang tunai Rp. 50 juta. Dana tersebut diserahkan Habsi tak lama usai Ramla pulang dari arena Asian Games Agustus lalu. (har/red)

comments