Tangkal Hoaks dengan Literasi Media dan Jurnalisme Warga

On Selasa, November 20, 2018

MASALEMBO.COM

Anhar (merah) di sosialisasi sadar informasi dan jurnalisme warga Desa Pati'di (Zulkifli untuk masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Mandar Biro Mamuju mengajak warga cermat menangkal hoaks dengan bekal pengetahuan dan kecakapan verifikasi informasi di era digital. Pentingnya literasi media itu disampaikan melalui sosialisasi sadar informasi dan jurnalisme warga yang digelar Pemerintah Desa (Pemdes) Pati'di, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Senin (19/11).

Kepala Biro Mamuju AJI Kota Mandar, Anhar, mengatakan, hoaks atau informasi bohong adalah fenomena kekinian yang harus dilawan bukan hanya oleh kalangan jurnalis tapi juga masyarakat.

"Karena itu (hoaks) menjadi musuh kita bersama-sama sehingga diharapkan kedepannya masyarakat Pati'di benar-benar mampu melakukan verifikasi setiap berita atau informasi yang diterima," tutur Anhar di hadapan aparat desa dan warga Pati'di.

Menurutnya, sebagai muara informasi, masyarakat harus dilatih dan paham secara sederhana bagaimana memahami berita yang akurat, bukan hoaks. Ia juga berharap warga paham tugas-tugas dan kerja jurnaslis hingga menghasilkan berita benar. 

Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulbar ini juga mengungkap, belakangan ini marak praktek jurnalisme yang meresahkan warga. Mereka yang tidak taat paham kode etik, tendensius, rangkap LSM dan sebagainya bertindak sebagai wartawan dengan praktek tidak sesuai etika jurnalis. "Inilah yang harus dipahami agar perangkat desa terhindar dari kelakuan wartawan "nakal" itu," tutur Anhar.

Di hadapan peserta Anhar berharap,  masyarakat Desa Pati'di mampu menyaring informasi sebelum melakukan share, serta mampu mengidentifikasi ciri-ciri media dan wartawan abal-abal.

Sementara, Kepala Desa Pati'di, Rusli, mengatakan, dengan dilaksanakannya sosialisasi desa sadar informasi dan pelatihan jurnalisme warga ini, diharapkan menjadi acuan untuk melakukan filter informasi hoaks, juga menjadi sarana edukasi bagi aparat pemerintah di desanya.

"Mudah-mudahan dengan kegiatan yang dilakukan pada hari ini menjadi tambahan ilmu, yang disampaikan pemateri-pemateri, terkait pemberitaan-pemberitaan yang ada di Desa Pati'di ini," ujar Rusli.

Salah satu peserta, Amran mengaku, dengan adanya sosialisasi, ia memperoleh informasi baru cara kerja jurnalis dalam menyajikan suatu berita yang baik dan benar, juga memverifikasi keabsahan suatu berita atau informasi yang beredar di media sosial. 

"Mungkin banyak ilmu-ilmu yang bisa kami petik, dalam hal ini untuk mengelola informasi itu sendiri, bagaimana melakukan pemberitaan-pemberitaan positif," akunya. 

Kegiatan sosialisasi ini digelar Pemdes Pati'di bersama lembaga desa setempat, Komisi Informasi Masyarakat (KIM) dan Karang Taruna Mesa Kada Desa Pati'di. Mereka mendatangkan pemateri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Mandar, Biro Mamuju dan mengundang Babinkantibmas dan Babinsa.

Menurut Brigadir Pol Nasaruddin, Babinkantibmas Desa Pati'di, kegiatan ini turut membantu kepolisian mengkal penyebaran berita hoaks di masyarakat.

Selain Anhar, hadir pula mantan Ketua AJI Mandar Sudirman Samual dan anggota AJI Mandar Biro Mamuju lainnya.

Materi yang sampaikan antara lain peran dan tanggungjawab media massa, prinsip dasar jurnalisme, etika jurnalistik, karakteristik media dan jurnalisme warga. (rls/har)


comments